Diresmikan Bupati, Desa Kuripan Tangani Sampah Melalui TPS3R

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Camat Kuripan Iskandar dan Kades Kuripan Hasbi bersama pihak BPPW NTB meresmikan TPS3R Mule Jati Desa Kuripan. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Tempat Pembuangan Sementara Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) Mule Jati yang terletak di Dusun Karang Rumak, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan diresmikan oleh Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid, Kamis, 9 September 2021. Adanya TPS3R ini, Pemdes setempat bisa menangani sampah secara mandiri.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan, TPS 3R di Desa Kuripan adalah TPS3R ketiga diresmikan yang dibantu oleh Balai Prasarana Permukiman di Wilayah NTB. “Ketiga TPS 3R masing-masing kita dibantu pertama di Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, kemudian Desa Gapuk, Kecamatan Gerung dan di terakhir TPS3R Mule Jati Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan,” ujarnya.

Iklan

Dia juga meminta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dari TPS 3R Mule Jati Desa Kuripan bisa mencontoh TPS 3R di Desa Montong Are sama di Desa Gapuk, sehingga bisa jalan semuanya.

“Untuk optimalisasi kedepannya, saya meminta kepada KPM di masing-masing TPS 3R di desa  membuat group whatsapp untuk pengelola ini. Saya yakin sekali kalau misalnya teman dari Dinas LH Lobar untuk rajin menegur sapa dan rajin datang kumpul sekali sebulan untuk bertukar pikiran di masing-masing pengelola TPS 3R ini bisa jalan,” katanya.

Sementara itu Kasubag Umum dan TU BPPW NTB Sugeng Slamet mengatakan, dasar kebijakan pemerintah dalam pengelola persampahan didasari oleh UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelola sampah. Kemudian UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelola Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Terakhir Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 Tahun 2017 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Rumah Tangga.

“Pada Tahun 2021 Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran untuk pembangunan TPS 3R di Provinsi NTB sebanyak Rp3 miliar. Untuk TPS 3R per lokasi biayanya sekitar Rp600 juta. Untuk tahun 2021 kita bangun di lima lokasi di masing-masing mulai dari Desa Pempeng Lombok Utara, Desa Kuripan Lombok Barat, Desa Bonjeruk Lombok Tengah, Desa Labuan Haji Kabupaten Sumbawa dan Desa Pandawa Ho Kabupaten Bima,” katanya.

Di tempat yang sama Kades Kuripan Hasbi menuturkan, dengan telah diresmikan TPS 3R ini Desa Kuripan akan bergerak untuk betul-betul mensukseskan program Ijo Nol Dedoro di Lobar yang menjadi harapan bersama.

“Kita di desa meminta kesadaran warga masyarakat cukup dengan membungkus sampahnya di satu tempat. Nanti petugas yang akan datang untuk mengangkut sampahnya. Karena armada untuk pengangkut sampah Desa Kuripan ada dapat bantuan hampir 5 armada dan Insya Allah Desa Kuripan menjadi Ijo Nol Dedoro,” terang Kades Kuripan Hasbi.

Ke depan dia berharap, dengan sudah terbangunnya TPS 3R ini untuk semaksimal mungkin dimanfaatkan dengan baik mulai dari memilah sampah plastik yang ada. “Kecuali sampah yang tidak bisa dikelola oleh pabrik tentu kita akan membuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” tutupnya.

Ia berharap, dengan sudah beroperasi nya TPS3R ini untuk semaksimal mungkin dimanfaatkan mulai dari memilah sampah plastik yang ada, dan sampah akan dikelola sendiri oleh masyarakat melalui KSM yang sudah dibentuk. Di mana untuk saat ini kepasitas dari TPS ini, mampu menampung sampah untuk 300 Kepala Keluarga (KK) dengan kapasitas kurang dari lima ton dalam satu hari.” Nanti dari KSM yang akan mengelola sampah yang ada di masyarakat di TPS 3R ini, ” tegasnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional