Direncanakan Jadi Hotel Karantina, Menparekraf Cek Kesiapan Edotel Poltekpar Lombok

Menparekraf Sandiaga S. Uno, mengecek kesiapan Edotel Poltekpar Lombok yang direncanakan sebagai hotel karantina untuk mendukung gelaran MotoGP, Rabu, 12 Januari 2022. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah berencana menjadikan Edotel milik Poltekpar Lombok sebagai hotel karantina bagi para kru dan pembalap pada tes pramusim pada Februari maupun pada balapan MotoGP bulan Maret mendatang. Pasalnya, pada gelaran MotoGP mendatang para pembalap, dari luar negeri bisa terbang langsung ke Lombok, melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Tanpa harus singgah dan menjalani proses karantina di Jakarta.

Guna melihat kesiapan Edotel Poltekpar Lombok sebagai hotel karantina, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S. Uno, Rabu, 12 Januari 2022, mengecek langsung kesiapan hotel yang berada di lingkungan kampus Poltekpar Lombok. “Edotel ini merupakan salah satu hotel yang kitA rencanakan sebagai hotel karantina bagi para pembalap MotoGP nanti,” sebut Sandiaga.

Iklan

Sebagai hotel karantina, tentu ada prosedur dan kelengkapan yang harus disiapkan. Pihaknya pun datang ingin melihat secara langsung seperti apa kondisi dan kesiapan Edotel sebagai hotel karantina nantinya. Selain ingin berinteraksi langsung dengan para civitas dan mahasiswa Poltekpar Lombok.

Edotel memiliki sebanyak 57 kamar yang saat ini sudah dinyatakan siap digunakan Dengan berbagai tipe. Di mana untuk tenaganya akan disiapkan oleh pihak Poltekpar Lombok sendiri, karena dari sisi sumber daya manusia (SDM) Poltekpar Lombok mampu dan siap. “Keberdaan Edotel ini kita harapkan bisa menambah kapasitas dan ketersedian akomodasi pendukung event MotoGP,” imbuhnya.

Sebelumnya, Komandan Lapangan Persiapan MotoGP, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, pada gelaran tes pra musim dan balap MotoGP mendatang, pemerintah akan membuka jalur penerbangan internasional di BIZAM, tapi sifatnya masih terbatas. Hanya untuk carter flight (penerbangan carter) saja yang khusus membawa kru serta pembalap saja. Bukan penerbangan komersial dengan penumpang umum.

Karenanya harus disiapkan hotel karantina. Mengingat, begitu sampai di Lombok, kru dan utamanya  pembalap tetap harus menjalani proses karantina sesuai prosedur yang sudah ditentukan oleh pemerintah. “Jadi nantinya dua hari sebelum tiba di Lombok, kru dan pembalap yang datang menggunakan carter flight dari luar negeri menuju BIZAM, harus menyerahkan hasil test PCR-nya terlebih dahulu,” jelasnya.

Begitu sampai, kru dan pembalap kemudian akan diarahkan ke hotel karantina yang sudah ditunjuk. Di hotel karantina itu nantinya fasilitas penunjang protokol kesehatan lengkap. Termasuk tenaga kesehatan juga akan langsung ditempatkan di hotel karantina. Di mana selama dua hari penuh, para kru dan pembalap tidak diperkenankan melakukan kontak dengan luar.  “Itu standar prosedur yang harus dilalui bagi yang baru datang dari luar negeri,” tambahnya. Sebagai upaya mencegah dan mengantisipasi potensi penyebaran Covid-19 di daerah ini. Terlebih sekarang sudah ada varian baru. Sehingga upaya antisipasi sangat ketat dilakukan.

Khusus untuk tes pra musim, para kru dan pembalap dijadwalkan tiba di Lombok pada tanggal 7 Februari. Kemudian akan menjalani proses karantina sebelum mengikui balapan tes pra musim pada tanggal 11-13 Februari mendatang. Selama balapan tes pra musim digelar, kontak dan interaksi para kru dan pembalap dengan masyarakat juga dibatasi. (kir)

Advertisement