Direktur RSJ : Belum Ada Pasien Korban PCC

Mataram (suarantb.com) – Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma NTB, dr Elly Rosila Wijaya, SpKJ menyatakan belum ada laporan pasien korban penyalahgunaan obat Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang dirujuk ke RSJ Mutiara Sukma.

“Belum ada. Yang datang langsung karena penyalahgunaan tramadol saja belum ada. Hanya tahun lalu saja, ada sepuluh kasus tramadol yang kita tangani,” jelasnya ditemui, Selasa, 19 September 2017.

Iklan

Terkait penanganan pasien korban penyalahgunaan obat-obatan, Elly mengungkapkan pihaknya selalu menerima jika ada yang masuk. Terlebih, RSJ Mutiara Sukma juga telah memiliki unit rehabilitasi narkoba sekaligus tim yang siap menangani.

Sepuluh pasien yang disebutkannya tersebut umumnya adalah pengguna berbagai macam zat, seperti ganja, sabu termasuk tramadol. Namun, tahun ini diakuinya belum ada laporan pasien masuk karena penyalahgunaan obat-obatan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, SpA menyatakan perlu ada kewaspadaan terhadap penyalahgunaan PCC di NTB. Sebagaimana kasus di Kendari, Sulawesi Tenggara dimana puluhan orang mengonsumsi PCC dalam dosis berlebihan yang berakibat pada meninggalnya satu orang, sisanya dirawat di RSJ.

Mengonsumsi PCC layaknya tramadol yang notabenenya termasuk obat penghilang rasa sakit, bisa menciptakan efek melayang inilah yang banyak dicari. Namun, konsumsi berlebihan bisa berakibat kejang-kejang, lemas, hingga berujung pada kematian.

Ditanya tentang laporan penyalahgunaan PCC di NTB, Eka mengaku belum ada temuan. Jika dibandingkan dengan tramadol, PCC memiliki kesamaan efek samping tergantung dari jumlah obat yang dikonsumsi. Peredaran PCC pun telah ditata, sehingga tanpa resep dokter apotek tidak bisa memperjualbelikan dengan bebas. (ros)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional