Direktur PT. BAL Tersangka, Ini Kata Bupati KLU Soal Suplai Air ke Gili Trawangan

Tanjung (Suara NTB) – Penetapan tersangka yang dilayangkan aparat penegak hukum Polda NTB kepada manajemen PT. Berkat Air Laut (BAL) yang beroperasi di Gili Trawangan mulai disikapi Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH. Dalam hal ini, bupati berharap suplai air tidak mengganggu aktivitas wisata khususnya di Gili Trawangan.

“Kita diskusikan terus dengan beberapa pihak. Kalaupun misalnya (PT. BAL) ditetapkan sebagai tersangka, itu persoalan beliau (John Matijsen – Direktur PT. BAL),” ungkap Bupati, Najmul Akhyar, dikonfirmasi wartawan Kamis (16/11).

Iklan

Usai menghadiri pelantikan PPK dan PPS se Lombok Utara di Gedung Serbaguna, Kecamatan Gangga, Najmul menjelaskan pihaknya akan memastikan pelayanan air bersih tidak terhambat. Mengingat fasilitas penyulingan air bersih PT. BAL disita oleh kepolisian.

Kendati ada celah bagi PDAM untuk masuk ke Gili Trawangan, bupati mengisyaratkan dirinya tidak menginginkan adanya suplai air tawar dari darat (melalui instalasi perpipaan). Ia lebih menginginkan agar PDAM atau investor melakukan penyulingan air laut. Dengam catatan aktivitas penyulingan benar menjorokkan pipa ke laut dan tidak menggali (sebagaimana dilakukan PT. BAL).

Ditanya mengenai besarnya anggaran sebesar Rp 20 miliar yang dibutuhkan PDAM mengacu pada hasil kajian dengan Unram, Bupati menilai belum tentu bisa memenuhi seluruh anggaran itu dalam waktu singkat. Lebih berpeluang menurut bupati, jika PDAM menggandeng investor melalui mekanisme kerjasama yang diatur oleh perundang-undangan.

“Perusahaan manapun yang mau ikut, silakan. Kita tidak (mengalirkan) melalui darat, tetapi lebih arahkan ke penyulingan air laut. Tidak mengebor, sesuai aturan,” ujarnya. (ari)