Direktur GNE Diberhentikan, Audit Investigasi Tetap Lanjut

Syahdan Ilyas dan Ibnu Salim (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Direktur PT. Gerbang NTB Emas (GNE) H. Syahdan Ilyas resmi diberhentikan melalui RUPS luar biasa beberapa waktu lalu. Meski terjadi pergantian, audit investigasi masih berlangsung di Inspektorat Provinsi NTB.

Ahmad Jaelani AP selaku Plt. Direktur PT. GNE mengungkapkan, sebelumnya permintaan audit investigasi disampaikan langsung Syahdan Ilyas kepada Inspektorat.  Namun setelah Syahdan Ilyas diberhentikan, bukan berarti audit dicabut. Pihaknya tetap menyerahkan audit investigasi kepada Inspektorat.

Iklan

‘’Pemeriksaan oleh Inspektorat Provinsi NTB kepada PT Gerbang NTB Emas. Pemeriksaan investigatif yang dilakukan atas permintaan Direktur Utama saat itu H. Syahdan Ilyas. Kami masih tetap menunggu hasil audit itu,’’ kata Jaelani kepada Suara NTB, Jumat, 22 Maret 2019.

Indikasi penyimpangan pengelolaan keuangan hingga berujung kebocoran anggaran Rp3,1 miliar  diakuinya cukup menyita perhatian publik dan menguras energi di internalnya. Sebab harus membongkar berkas sejak tahun 2015 hingga 2017 sesuai urutan masalah pengelolaan keuangan yang dilaporkan.

Meski berpengaruh pada konsentrasi jajarannya, di masa jabatannya sebagai Plt. Jaelani bertekad membereskan masalah internalnya sembari menunggu rekomendasi dari Inspektorat.

Pihaknya berharap, proses ini telah tuntas sehingga bisa kembali bekerja maksimal tanpa terganggu dengan pemeriksaan. Kendati demikian, pihaknya tetap berkepentingan dengan hasil audit tersebut untuk rekomendasi perbaikan internal. Lebih dari itu, apa pun hasil audit,  ia ingin ada pemulihan atas dugaan kebocoran anggaran itu.

‘’Anggaran yang terpakai oleh siapa pun dalam temuan audit investigatif yang ada, dapat dikembalikan sebagai kas PT Gerbang NTB Emas,’’ harapnya.

Jaelani menyinggung hasil RUPS LB yang digelar di ruang rapat Sekda NTB Rabu (6/3) pukul 14.00 Wita lalu, memberhentikan dengan hormat Drs.H. Syahdan Ilyas, MM dari jabatannya selaku Direktur Utama PT GNE.

Agenda serah terima jabatan disaksikan langsung oleh Komisaris PT GNE, Drs.H. Lalu Mudjitahid, Konsultan Hukum PT GNE, Dr.H. Mahsan, jajaran Direksi PT GNE, para manager serta karyawan PT GNE lainnya.

Setelah itu, selain mengangkat dirinya sebagai  Plt, juga mempersiapkan panitia seleksi (Pansel) untuk menunjuk direktur baru.

Sementara  H. Syahdan Ilyas dikonfirmasi membenarkan keputusan RUPSLB tersebut. Ia mengaku membuat surat pengunduran diri sebagai Direktur Utama PT GNE. Salah satu alasannya, ingin fokus mengurus keluarga dan beberapa yayasan yang dipimpin, salah satunya Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB). Mengenai masalah keuangan yang dilaporkannya sebelumnya ke Inspektorat, diserahkan sepenuhnya kepada manajemen dan Inspektorat. Selebihnya, ia tidak mau berkomentar. “Saya ndak mau bahas lagi. Saya kan sudah ndak di sana (GNE) lagi. Saya istirahat, silakan bisa ditanyakan ke GNE,’’ sarannya.

Terpisah Inspektur Provinsi NTB Ibnu Salim, SH,M.Si memastikan audit tetap berlanjut. Sebelumnya audit berupa permintaan dokumen hingga permintaan keterangan di bawah komando Irbansus Gede Putu Aryadi. Namun setelah yang bersangkutan dimutasi sebagai Sekretaris Diskominfotik NTB, jabatan itu kini lowong. Sebagai pelaksana tugas Sekretaris  Inspektorat H.M Takiyudin. ‘’Sekarang prosesnya sedang berlangsung oleh Pak Takiyudin,’’ ujarnya. (ars)