Dipusatkan di Kantor Gubernur, Vaksinasi Perdana 18 Pejabat dan Tokoh NTB

Rakor persiapan vaksinasi perdana kepada belasan pejabat dan tokoh NTB yang direncanakan 14 Januari mendatang. Rapat dipimpin Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi, Senin, 11 Januari 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov mematangkan persiapan vaksinasi perdana Covid-19 kepada 18 pejabat dan tokoh NTB, yang direncanakan 14 Januari mendatang. Vaksinasi perdana belasan pejabat dan tokoh NTB tersebut akan dipusatkan di Gedung Graha Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur.

Selain mematangkan rencana vaksinasi perdana di tingkat provinsi. Juga dibahas tentang pendistribusian vaksin Covid-19 ke kabupaten/kota, karena vaksinasi perdana di tingkat kabupaten/kota akan direncanakan 15 Januari mendatang.

‘’Insya Allah kita laksanakan di Graha Bhakti Praja untuk vaksinasi perdana,’’ ujar Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 11 Januari 2021.

Sebanyak 18 orang yang akan divaksin perdana di tingkat provinsi yaitu, Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, Ketua DPRD NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/WB, mantan Gubernur NTB periode 2008 – 2018, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Ketua PW Muhammadiyah NTB, Dr. Falahuddin, Ketua PWNU NTB, Prof. Dr. Masnun, Ketua PHDI NTB, Ida Made Santi Adnya, Ketua PGI NTB, Lorensius Maryono.

Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Kepala Pelaksana BPBD NTB, Kepala Dinas Sosial NTB, Direktur RSUD NTB, Ketua IDI NTB, Ketua PPNI NTB, dan Ketua IBI NTB.

Sekda mengatakan, rapat persiapan vaksinasi perdana tersebut dihadiri OPD terkait.  Untuk membahas kesiapan dan langkah-langkah persiapan vaksinasi, 14 Januari. ‘’Nanti tanggal 14 Januari, vaksin perdana bila ada izin dari BPOM. Kemarin sudah ada pernyataan dari MUI, bahwa vaksin ini halal dan suci,’’ katanya.

Vaksinasi perdana kepada belasan pejabat dan tokoh NTB ini untuk meyakinkan masyarakat agar tidak ragu divaksin. Saat ini, vaksin yang diterima sebanyak 28.760 dosis, masih disimpan di gudang cold room Dinas Kesehatan NTB. Dan dalam pengawasan dan penjagaan aparat termasuk petugas kesehatan.

‘’Petugas kesehatan penting karena bagaimanapun vaksin harus terjaga dalam suhu 2 – 8 derajat,’’ katanya.

Gita mengatakan, untuk distribusi vaksin ke kabupaten/kota direncanakan mulai 11 – 12 Januari. Distribusi vaksin ke kabupaten/kota juga akan dipastikan dalam keadaan aman dan lancar.

Mengenai tempat penyimpanan vaksin yang tidak ada di kabupaten/kota, Gita mengatakan akan digunakan kulkas besar dengan jaminan keamanan. Termasuk dilibatkan BPOM dalam pendistribusian tersebut.

‘’Alat-alat pendingin, berkewajiban dalam pendistribusian ini Biofarma. Tadi hal-hal teknis dibicarakan, bagaimana pengamanan dan pendistribusiannya. Tanggal 11 – 12 Januari didistribusikan ke kabupaten/kota,’’ tandasnya.

Sekda  berharap agar masyarakat tidak paranoid dan menganggap vaksin ini berbahaya. Terlebih dengan telah dikeluarkannya fatwa MUI tentang kehalalan dan kesuciannya, sambil menunggu izin penggunaan dari BPOM.

Melalui vaksinasi perdana ini diharapkan masyarakat dapat percaya tentang keamanan Vaksin Sinovac serta yakin tentang pentingnya vaksinasi mengingat pandemi Covid-19 sudah memasuki gelombang kedua. Sehingga ia mengimbau agar berbagai informasi hoaks dan tidak benar dapat diminimalisir agar tidak menimbulkan ketakutan.

‘’Agar kita perangi hoaks-hoaks ini agar tidak diterima begitu saja oleh masyarakat,’’ tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., yang memaparkan kesiapan teknis vaksinasi perdana, mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan vaksinasi akan dilakukan proses skreening terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik calon penerima vaksin.

Karena ada 15 penyakit yang jika seseorang memilikinya, maka ia tidak dapat diberikan vaksin Covid-19. “Kita betul – betul akan melakukan cek up awal agar tidak terjadi mis,” jelas Eka.

Beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa  diberikan vaksin Covid-19. Yakni pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun, penderita penyakit saluran pencernaan kronis, penderita penyakit hipertiroid, penderita penyakit kanker, penderita diabetes militus, penderita HIV dan penderita penyakit turberkulosis.

Eka menyebutkan, Dikes telah menyiapkan 400 vaksinator dari tenaga kesehatan yang berasal dari RSU Provinsi NTB, RSAD , RS Bhayangkara dan Puskesmas Mataram.

‘’Persiapan vaksinator yang dilatih, hari ini sudah masuk ke pelatihan ke – 2 sampai tanggal 13 sudah selesai pelatihannya,’’ tutupnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here