Diprotes Walikota dan Warga Mataram, Lotim Tetap Larang Warga Lobar-Mataram Berwisata ke Sembalun

Petugas bersiaga di objek wisata Sembalun. Sampai saat Pemda Lotim masih melarang kunjungan wisatawan asal Lobar dan Mataram untuk menekan terjadinya penyebaran Covid-19 di tempat wisata.

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) tetap konsisten pada kebijakan yang diterapkan. Terutama terkait larangan kunjungan wisata ke Lotim, khususnya ke Sembalun, bagi wisatawan asal Lombok Barat (Lobar) dan Kota Mataram. Protes Walikota dan warga Mataram, untuk sementara tak akan mengubah kebijakan Pemda Lotim dalam menyikapi Covid-19.

Dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 4 Juli 2020, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim, Dr. H. M. Mugni, menegaskan jika larangan kunjungan dari wisatawan Lobar dan Mataram merupakan kebijakan resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Lotim. Menyusul jumlah kasus penyebaran Covid-19 di dua daerah itu masih tinggi serta mengantisipasi Orang Tanpa Gejala (OTG).

Iklan

“Keputusan gugus tugas itu bersifat resmi. Karena ini era darurat Covid-19,” terangnya.

Gugus tugas Covid-19 Lotim memberikan pengarahan dan meminta kepada pengunjung untuk putar balik dan tidak diizinkan masuk Sembalun. (Suara NTB/yon)

Mugni mengungkapkan, saat ini Pemkab Lotim terus berupaya menekan penyebaran virus Corona. Salah satunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya virus Corona dengan berwisata secara sehat. Untuk wisatawan asal Lobar dan Mataram akan diizinkan datang ke Sembalun apabila jumlah kasus Covid-19 di daerah itu setara dengan Loteng dan KLU.

Maka dari itu, pada hari Sabtu dan Minggu pengunjung harus menyiapkan KTP karena rutin dilakukan pengecekan suhu tubuh dan penerapan protokol kesehatan. Bagi pengunjung asal Lobar dan Mataram untuk sementara tidak diizinkan memasuki Sembalun kecuali ada tujuan khusus dengan bukti otentik. Termasuk suhu tubuh pengunjung harus di bawah 38 derajat celcius, menggunakan masker serta menyadari ruang publik maksimal 50 persen.

Kasat Pol PP Lotim, Baiq Farida Apriani, menyebutkan jika personelnya tetap diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan wisatawan yang berkunjung ke Sembalun. Pemeriksaan dilakukan di tiga titik, yaitu di Suela, Pusuk Sembalun dan perbatasan antara Sembalun, Sambelia dan KLU.

  Segera Disidang, Oknum Polisi Terduga Penganiaya Zainal Abidin

Terkait larangan bagi warga Lobar dan Mataram tetap diterapkan, bagi yang identitasnya dari dua daerah itu diminta untuk putar balik dan tidak diizinkan memasuki wilayah Sembalun yang memang saat ini diserbu wisatawan.

“Ini sebagai upaya kita dalam menjaga daerah kita daerah penyebaran Covid-19. Larangan wisatawan dari Lobar dan Mataram karena kasus Covid-19 masih tinggi,” jelasnya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik,MAP, menegaskan bahwa kebijakan yang dikeluarkan itu untuk melakukan penguraian dan penyekatan terhadap wisatawan yang mendatangi kawasan Sembalun. Terutama dari daerah-daerah yang kasus Covid-19 masih tinggi yang kemudian terjadinya kerumunan yang tidak dapat dikendalikan.

Adapun dari grafik data perkembangan kasus Covid-19 Lotim pertanggal 3 Juli 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Lotim sebanyak 125 kasus, 99 diantaranya sembuh, 24 masih positif dan 2 orang meninggal dunia. Kasus positif ini tersebar di 10 kecamatan yang dinyatakan zona merah, diantaranya Kecamatan Aikmel 2 orang, Pringgasela 1 orang, Masbagik 1 orang, Terara Sakra Barat 1 orang, Pringgabaya 6 orang.

Empat kecamatan lainnya, yaitu Wanasaba 4 orang, Suralaga 1 orang, Labuhan Haji 3 orang dan Kecamatan Selong 4 orang. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here