Diprediksi Tembus 25 Ribu Kasus, NTB Siapkan Tujuh Strategi Tekan Lonjakan Kasus Covid-19

Mataram (Suara NTB) – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dr. Hamsu Kadriyan, Sp.T.H.T.K.L (K)., M. Kes.,  memprediksi jumlah kasus Covid-19 di NTB sampai akhir 2021 dapat menembus 25 ribu kasus. Pemprov NTB menyiapkan tujuh strategi atau langkah untuk menekan lonjakan kasus berdasarkan prediksi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., menyebutkan tujuh strategi atau langkah yang dilakukan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 sesuai ramalan tersebut. Yaitu, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan melalui 3M. Seperti mencuci tangan di air mengalir, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Iklan

Kemudian tiga langkah berikutnya, dengan meningkatkan tracing, testing dan treatment. Serta langkah yang ketujuh adalah vaksinasi Covid-19.

‘’Jadi strategi kita sekarang 3M, 3T plus vaksinasi. Semoga tujuh langkah ini bisa menekan angka ramalan 25.000 kasus itu,’’ kata Eka dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 6 Januari 2021.

Eka mengungkapkan, saat pertemuan dengan Forkopimda, Selasa, 5 Januari 2021, prediksi angka kasus Covid-19 yang bisa menembus 25.000 kasus di tahun 2021 sudah dipresentasikan. Prediksi jumlah kasus sebanyak itu diperkirakan jika tidak dilaksanakan vaksinasi dan masyarakat tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

‘’Tadi malam sudah kita presentasikan ke Forkopimda, diperkirakan bila kita tak melaksanakan vaksinasi, dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan 25.000 kasus Covid tahun 2021. Itu ramalan,’’ ungkapnya.

Menurut Eka, apa yang diprediksi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram tersebut mendekati kejadian pada 2020. Ia mengatakan pada April 2020, Dekan Fakultas Kedokteran Unram memprediksi jumlah kasus Covid-19 di NTB hingga 2020 mencapai 5.250 kasus. Hingga akhir Desember 2020, Satgas Covid-19 NTB mencatat jumlah kasus Covid-19 di NTB lebih dari 5.800 orang.

‘’Artinya, terbukti ramalannya. Artinya kita  jangan menyepelekan Covid. Jangan lagi kita ngomong tidak ada Covid, sudah ada vaksin. Kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena perjalanan kita masih panjang. Istiqomah menjalankan protokol kesehatan. Itu ikhtiar kita supaya tak terkena,’’ ujar Eka.

Ia kembali mengingatkan masyarakat supaya jangan menyepelekan Covid-19 dengan cara tetap mematuhi protokol kesehatan. Covid-19 harus diperlakukan seperti penyakit yang lain supaya jangan tertular.

Misalnya penyakit demam berdarah. Jika sudah memasuki musim penyakit demam berdarah, semua orang mulai berhati-hati. Dengan cara melakukan upaya pencegahan dengan mengubur dan menguras bak mandi serta melakukan fogging.

“Sama juga dengan ikhtiar kita mencegah Covid, melalui  3M dan vaksinasi,” tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional