Diprediksi Realisasi Investasi Mulai Tinggi Tahun 2021

Salah satu pembangunan hotel berbintang di KEK Mandalika yang terhenti. Pembangunan hotel tersebut dipastikan akan dilanjutkan untuk penyiapan akomodasi jelang MotoGP Mandalika 2021 mendatang. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB memperkirakan realisasi investasi tahun 2021 mendatang akan meledak (tinggi). Mulai tahun ini, berbagai kendala yang dihadapi investor di lapangan untuk merealisasikan investasinya difasilitasi oleh Pemda supaya segera membangun sesuai rencana.

‘’Kita mengawali 2020 ini, walaupun nanti misalnya tak tercapai realisasi 2020. Tetapi tabungan kita untuk 2021 akan meledak. Saya perkirakan dengan ikhtiar kita di 2020 ini, mungkin panennya 2021,’’ ujar Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Mohammad Rum, M.T., ketika dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 29 September 2020.

Iklan

Rum menjelaskan, semua persoalan yang dihadapi investor difasilitasi penyelesaiannya oleh Pemda. Ia memberikan contoh, seperti kegiatan pertambangan di Kabupaten Dompu yang dilakukan PT. Sumbawa Timur Mining (STM).

Kegiatan eksplorasi pertambangan yang dilakukan terbentur regulasi dari Pemerintah Pusat bahwa kawasan yang ada di sana masuk hutan lindung. Persoalan ini kemudian difasilitasi oleh Pemda.

‘’Karena yang menghambat ini, regulasi yang ada di pusat. Kalau kita di daerah ndak masalah. Semuanya kita selesaikan kalau permasalahannya ada di daerah,’’ jelasnya.

Untuk memastikan kepastian ruang investasi di daerah, Pemprov bersama DPRD NTB melakukan revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dengan revisi RTRW, semua peluang investasi dikuatkan dengan kesiapan rencana ruangnya.

‘’Sehingga, kalau ruangnya sudah tersedia, maka investor itu akan bisa masuk. Kalau investor yang jeli, teliti dan serius biasanya dia akan tanya. Lokasi yang ditawarkan di lahan itu, sudah masuk ndak sesuai RTRW. Makanya sekarang kita memastikan untuk itu,’’ kata mantan Kepala Bakesbangpoldagri NTB ini.

Terkait perkiraan realisasi investasi triwulan III 2020, Rum mengatakan akan diketahui sekitar Oktober ini. Ia belum bisa memastikan apakah realisasi investasi triwulan III tumbuh positif atau sebaliknya.

‘’Tapi tetap bergerak. Capaian realisasi investasi ini tergantung kondisi masing-masing perusahaan, yang sudah masuk. Kalau yang baru-baru (masuk)  ini mereka belum ada kegiatan,’’ katanya.

Dengan adanya kepastian pelaksanaan MotoGP 2021 di KEK Mandalika, Rum mengatakan akan menjadi magnet masuknya investasi ke NTB. Termasuk pembangunan beberapa hotel berbintang yang sempat terhenti di KEK Mandalika, akan dilanjutkan pembangunannya.

‘’Pembangunan hotel di sana akan tetap berlanjut. Karena memang kita butuhkan hotel itu untuk MotoGP. Itu tetap mereka lanjutkan pembangunannya,’’ tandas Rum.

DPMPTSP NTB mencatat, realisasi investasi pada semester I 2020 sebesar Rp4,8 triliun. Angka tersebut melampaui capaian realisasi pada periode yang sama tahun 2019 lalu. Di mana, pada semester I 2019, realisasi investasi di NTB hanya mencapai Rp4,6 triliun.

Realisasi investasi sebesar Rp4,8 triliun tersebut sebagian besar di bidang pertambangan, pariwisata dan perhubungan. Dengan rincian, pada triwulan I 2020, realisasi investasi di NTB sebesar Rp2,1 triliun, sedangkan pada triwulan I 2019 sebesar Rp1,9 triliun.

Kemudian, pada triwulan II 2020, realisasi investasi di NTB sama dengan triwulan II 2019, yaitu sebesar Rp2,7 triliun. Pada semester I 2020, capaian realisasi di NTB meningkat sebesar Rp200 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sampai akhir 2020, realisasi investasi di NTB ditargetkan sebesar Rp13,5 triliun. Rum mengaku optimis target ini dapat tercapai. Dengan menggenjot realisasi investasi pembangunan smelter di Sumbawa Barat, KEK Mandalika di Lombok Tengah dan kawasan Samota di Pulau Sumbawa. (nas)