Dipertanyakan, Proyek Pembangunan Puskesmas di Loteng

Puskesmas Awang yang masih dalam proses pengerjaan. Semestinya, proyek ini selesai pertengahan tahun 2020 lalu. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pembangunan beberapa puskemas di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendapat sorotan sejumlah kalangan di daerah ini. Pasalnya, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut seharusnya sudah selesai pada bulan Desember 2020. Namun sampai pertengahan Januari 2021 proyek tersebut justru masih dikerjakan oleh pihak rekanan.

Padahal sesuai kontrak yang ada, pembangunan puskesmas tersebut rata-rata seharusnya sudah selesai akhir Desember 2020 lalu. “Yang paling parah progresnya pembangunan Puskesmas Mangkung Kecamatan Praya Barat dan Puskesmas Awang Desa Mertak Kecamatan Pujut,” ungkap Sekretaris Pemuda Pancasila (PP) Loteng, Muhammad Daink, kepada Suara NTB, Sabtu, 9 Januari 2021.

Diakuinya, progres proyek diperkirakan baru sekitar 50 persen dengan batas kontrak sampai tanggal 23 Desember lalu. Kemudian ada juga pembangunan Puskesmas Janapria serta Pukesmas Matang Kecamatan Batukliang yang nyatakan sampai sekarang belum juga tuntas.

Penelusuran yang dilakukan di website LPSE Loteng, menunjukkan pembangunan Puskesmas Mangkung dikerjakan oleh PT. Dika Karya Utama dengan nilai kontrak Rp 6,2 miliar. Kemudian Puskesmas Awang dikerjakan PT. Ramadhani Cahaya Mandiri dengan nilai kontrak Rp 7,7 miliar. Keduanya merupakan perusahaan asal Kalimantan Timur.

Selanjutnya proyek pembangunan Puskesmas Janapria dengan nilai kontrak Rp 7,1 miliar dikerjakan oleh PT. Arindo Jayatama Raya asal Pekan Baru Riau. Sedangkan pembangunan Puskesmas Mantang dikerjakan PT. Mujahid Sukses Kontruksi rekanan asal Loteng, dengan nilai kontrak Rp7,9 miliar.

Dikonfirmasi terkait proyek pembangunan sejumlah puskemas tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, dr. Muzakir Langkir, enggan berkomentar banyak. Dirinya mengaku baru beberapa hari mendapat mandat sebagai Plt Kepala Dikes Loteng, sehingga belum begitu memahami secara mendetail terkait proyek pembangunan puskesmas-puskesmas tersebut.

“Nanti coba akan cek lagi di PPK-nya sudah seperti progresnya,” sebutnya. Termasuk juga soal batas waktu kontraknya dan kenapa kemudian sampai sekarang proyek-proyek tersebut masih dikerjakan sampai sekarang ini, karena itu merupakan kewenangan kepala dinas sebelumnya.

Terpisah, mantan Kepala Dikes Loteng, H. Omdah, S.KM., membenarkan ada keterlambatan dalam pembangunan sejumlah puskesmas di Loteng pada tahun 2020 lalu. Banyak faktor yang jadi penyebab, terutama soal cuaca. Tapi secara umum capaiannya cukup baik rata-rata sudah di atas 80 persen, sehingga Dikes Loteng kemudian memberikan kesempatan bagi pihak rekanan untuk menyelesaikan pekerjaaan, tentunya dengan sanksi denda keterlambatan. (kir)