Dipertanyakan, Keberpihakan Penganggaran Pemerintah pada Masyarakat Miskin

Selong (Suara NTB) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mampu Bhakti Sub Office NTB empertanyakan keberpihakan pemerintah dalam melakukan perencanaan dan penganggaran yang berpihak pada perempuan dan masyarakat miskin. Pasalnya, kebijakan yang berpihak memberikan peluang bagi masyarakat melakukan inovasi, pro-aktif dan kreatif dalam mengekspresikan kemampuannya, baik dalam segala dimensi ekonomi, politik, budaya, sosial, dan teknologi.

‘’Termasuk pula menekan angka kemiskinan dengan menggarap potensi lokal,’’ ujar Koordinator Program Mampu Bhakti Sub Office NTB, Nur Jannah di DPRD Lotim saat diskusi bersama Ketua DPRD Lotim, H. M. Khaerul Rizal, Kepala BPPKB Lotim, H. Suroto, Senin, 19 September 2016.

Iklan

Ia berharap kepada pemerintah agar perhatian terhadap perempuan dan masyarakat miskin semakin diprioritaskan dengan adanya pemberdayaan terhadap masyarakat. Padahal, katanya, apabila peran perempuan itu dimaksimalkan akan berdampak langsung untuk menekan angka kemiskinan. Misalnya, dalam perencanaan penganggaran itu ada bagian khusus bagi masyarakat miskin untuk diberdayakan. Adanya pembekalan yang diiringi dengan bantuan modal dapat merubah pola pikir masyarakat. “Adanya edukasi, pengawasan dan bimbingan juga perlu dilakukan,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Lotim, H. M. Khaerul Rizal mengapresiasi kepedulian Mampu Bhakti NTB yang dalam memperhatikan kondisi masyarakat di tingkat bawah. Terutama dalam mengawal perencanaan penganggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah dengan melihat kelemahan-kelemahan yang terjadi.

Dalam penganggaran, lanjutnya, harus berdasarkan penganggaran pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang merupakan rancangan program prioritas. Termasuk, patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD), sehingga dalam pembahasan APBD akan lebih detail. “Logikanya, APBD ini lahir karena adanya masalah,” sebutnya. (yon)