Dipertanyakan, Keberadaan Belasan Sumur Bor di Lotim

Selong (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), belum lama ini mendapatkan data terdapat sebanyak 17 sumur bor yang dibangun pemerintah pusat dalam hal ini Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, hingga saat ini BPBD Lotim tidak mengetahui secara pasti lokasi sumur bor yang dibangun pada tahun 2006 hingga tahun 2016 itu.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Lotim, H. Napsi, MM., tidak ketahuinya keberadaan 17 sumur bor ini karena pembangunannya tidak melalui BPBD Lotim. Melainkan, belasan sumur bor tersebut dikerjakan fisiknya oleh Dinas ESDM Provinsi NTB dan setelah jadi langsung diserahkan ke masyarakat untuk memanfaatkannya langsung usai dikerjakan.

Iklan

Disebutkannya, hingga saat ini pihaknya belum melakukan cek bagaimana kondisi dari sumur bor yang sudah dibangun. Karena informasi keberadaan sumur bor tersebut didapatkannya saat mengajukan permohonan, namun pihak Geologi mengklaim dirinya sudah membangun di Lotim.

“Kita akan telusuri, apakah masih berfungsi atau tidak. Kalaupun rusak apanya yang rusak akan diperbaiki dan dibuatkan rekomendasi ke Bandung untuk mencari solusinya,” imbuhnya.

Ia menyarankan kepada siapapun yang ingin membangun sumur bor di Lotim, terutama dalam mengatasi persoalan kekeringan, harus mengacu kepada hasil survei yang dilakukan oleh BPBD bersama ESDM. Seperti adanya sumber air, karena persoalan bencana tidak bisa ditangani sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan semua SKPD.

Kalaupun tidak berfungsi, Napsi menyebut pihaknya tetap memiliki tugas.  Sebab ada kecenderungan mengingat biaya operasional sumur bor cukup tinggi. Begitu ada kerusakan, maka tidak diperdulikan lagi, sehingga mengakibatkan pada kerusakan yang lain. Oleh karena itu, ia mengaharapkan kepada desa-desa yang sudah mendapatkan pembangunan sumur bor agar membuat semacam tim pengelola air bersih atau Pamdes. (yon)