Diperpanjang, Masa Belajar Mandiri di NTB

Aidy Furqon. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB memperpanjang masa belajar mandiri siswa di rumah hingga dua minggu ke depan. Mulai berlaku sejak 13 April sampai dengan 27 April 2020. Keputusan itu diambil setelah melihat situasi perkembangan Virus Corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., pada Jumat, 10 April 2020. Menurutnya, ia sudah melakukan konsultasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Asisten 1 Setda NTB bahwa masa belajar mandiri siswa di rumah diperpanjang hingga dua minggu ke depan. “Untuk dokumen pendukung persetujuan gubernur dalam proses,” katanya.

Iklan

Aidy mengatakan, selama libur sekolah, kepala sekolah diminta agar menyusun langkah strategis dan terukur untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar baik aktivitas guru maupun siswa dalam kurun waktu tersebut.

“Sekolah juga diminta tidak memberikan tugas kelompok dan tugas lainnya yang membuat para siswa atau siswi keluar rumah,” kata Aidy.

Sementara itu berbagai agenda pendidikan juga sudah dibatalkan, seperti Ujian Nasional dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi SMK. Sementara untuk ujian sekolah tidak dilakukan secara tatap muka. Aidy mengatakan, bagi siswa yang belum mengikuti Ujian Sekolah dapat diganti dengan assesmen dalam bentuk penugasan pemecahan masalah, penugasan proyek, penugasan produk atau bentuk lainnya. Bagi sekolah yang belum melaksanakan Ujian Sekolah dapat dilaksanakan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring (dalam jaringan) dan/atau assesmen jarak jauh lainnya.

Aidy juga mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan Juknis kelulusan dan kenaikan kelas. Juknis akan mengacu pada surat edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus disease (covid- 19).

Pihak sekolah mendukung kebijakan tersebut. Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, S.Pd., MM.,mengatakan keselamatan jiwa lebih penting dari yang lain. “Yang lain kita bisa tetap menyesuaikan, tapi kalau masalah jiwa tentu tdak bisa kita main-main atau berinovasi, kita serahkan kepada yang lebih ahli,” ujarnya dihubungi Jumat, 10 April 2020.

Terpisah, Kepala SMKN 3 Mataram, Ruju Rachmad, S.Pd., M.T., menyampakan jika memang dianggap baik untuk keselamatan jiwa manusia dan ketenangan orang tua siswa, maka pihaknya mengikuti instruksi kepala Dinas Dikbud NTB tersebut. “Saya yakin semua itu diambil untuk kemaslahatan umat,” ujarnya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here