Diperiksa, Kemajuan Bantuan Pemerintah di Sumbawa Pascabanjir

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Wakil Ketua DPR RI, H. Fahri Hamzah mengaku telah menghubungi pejabat pusat masing-masing instansi untuk membantu rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Sumbawa. Pada prinsipnya pusat siap membantu, sehingga ia mencoba memastikan sejauh mana kemajuan yang sudah dicapai.

Hal ini disampaikan Fahri saat melakukan kunjungan kerja ke Sumbawa, Selasa, 7 Maret 2017. Dikatakannya, pascabencana ia hanya bisa memobilisir dukungan dari Jakarta. Dalam masa tanggap bencana semua pihak juga ikut mendukung dan mobilisasi dukungan cukup baik.

Iklan

Ia juga sudah menghubungi semua pejabat di Pusat untuk membantu rekonstruksi di Sumbawa secara umum. Tidak hanya daerah bencana tetapi juga dari segi desain perencanaan. “Tidak hanya pulih pascabencana, tetapi disiapkan untuk menjadi kota tujuan wisata,” ujarnya.

Tentunya, kata Fahri, infrastruktur dasar harus diperbaiki seperti jalan. Ia juga mendorong pusat membantu memperpanjang landasan pacu Bandara Sumbawa minimal 2.000 meter. Supaya pesawat dari Jakarta bisa langsung datang ke Sumbawa. Selain itu, ia juga memastikan bahwa semua dukungan dari pusat sudah dilakukan.

“Saya sudah menghubungi semua pejabat pusat, mulai dari BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, PU dan lainnya. Pada prinsipnya mereka siap membantu kita. Dan inilah yang saya ingin lihat progresnya sampai sejauh mana. Sehingga sewaktu saya kembali ke Jakarta, saya bisa melaporkan kembali kepada para pejabat yang sudah saya kontak itu. Dan berterima kasih kepada mereka atas kecepatannya membantu kita,” tukasnya.

Hal ini harus dianggap sebagai kesempatan bagi Sumbawa untuk berbicara kepada pemerintah Pusat. Mengingat banyak sekali sumber daya yang dipegang oleh pemerintah pusat. Dimana sumber daya tersebut kadang-kadang seolah hanya untuk Jakarta. Padahal itu untuk seluruh Indonesia yang dananya bersumber dari APBN.

“Seperti halnya rusunawa dan sebagainya. Kita pun berhak untuk mendapatkan itu. Kita juga perlu membersihkan sungai kita,” pungkasnya.

Saat ini sambungnya, Pemda Sumbawa sudah menyiapkan rencana rekonstruksi. Tetapi ia mengusulkan agar Pemda Sumbawa menyiapkan desain jangka panjang terhadap Kabupaten Sumbawa.

Bahkan ia mengusulkan Sumbawa untuk 2025-2030 supaya desain perencanaannya tuntas. Misalnya seperti SAMOTA, wisata dan lainnya untuk dihidupkan dalam menyongsong Indonesia yang menginginkan pendapatan nomor satu dari pariwisata. (ind)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here