Diperiksa Empat Jam, Ketua DPRD Kota Mataram Ditanya Peran HM

Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi usai diperiksa sebagai saksi di Pidsus Kejati NTB. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi diperiksa empat jam oleh penyidik Kejari Mataram, Senin, 24 September 2018. Ia dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai pimpinan dewan pada proses pembahasan dana bencana yang terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ketua Komisi IV, HM.

Didi Sumardi datang ditemani ajudannya sekitar pukul 09.00 Wita, masuk ke ruang pemeriksaan Pidsus. Pukul 12.00 Wita, politisi Golkar ini keluar ruang pemeriksaan untuk istirahat setelah sempat membaca semua Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sesuai keterangannya di depan penyidik.

Iklan

Didi dalam keterangan persnya mengatakan, ia ditanya seputar tupoksinya sebagai Ketua DPRD Kota Mataram  dalam proses pembahasan anggaran. Ia  juga ditanya seputar peran tersangka HM sejak di Badan Anggaran sampai dana bencana yang jadi objek OTT itu masuk dalam KUAPPAS Perubahan.

‘’Peran HM memang sebagai anggota Banggar. Kalau rapat ya  dia hadir rapat. Normal saja kok perannya,’’  kata Didi Sumardi mengutip penjelasannya kepada penyidik.  Dalam pembahasan Banggar, HM diakuinya berperan sama dengan anggota Dewan lainnya.  Jawaban Didi juga tetap normatif ketika ditanya soal upaya HM mengatur anggaran sehingga gol sampai masuk ke nota keuangan APBD Perubahan.

‘’Jadi normal saja.  Pembahasannya ya jalan terus. Soal angka Rp4,2 miliar itu kan usulan dari Pemkot. Tentu semua usulan yang tertuang dalam KUAPPAS perubahan. Kita sesuai dengan surat pengajuan anggaran dari Pemkot, keseluruhan termuat dalam KUPA,’’ jelasnya.

Jadi menurutnya, HM tidak terlalu berpengaruh dalam proses pembahasan anggaran tersebut. Pihaknya menerima usulan dari Dikbud melalui Setda Kota Mataram. Dalam catatan Disdik, ada 63 sekolah yang rusak berat sampai ringan. Setelah melalui proses verifikasi menjadi 52 sekolah sehingga disetujui alokasi anggaran Rp4,2 miliar.

Apakah  usulan Pemkot sebelumnya lebih besar dari  yang disahkan? Didi lebih banyak diam. Ia enggan berkomentar dengan alasan tidak tahu persis jika membahas angka- angka.

Selain Ketua Dewan, kemarin diperiksa juga Kepala Bappeda Kota Mataram, H. Amiruddin. Ia diperiksa di ruang arsip, tempat pemeriksaan sementara karena gedung rusak akibat gempa. Keterangannya melengkapi pemeriksaan pejabat Dinas Pendidikan  (Disdik) Kota Mataram sebelumnya.

Kasi Intel Kejari Mataram, Agus Taufikurrahman, SH membenarkan pemeriksaan Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi sebagai saksi.   Keterangan Didi seputar tupoksinya sebagai Ketua DPRD Kota Mataram dalam hal pembahasan anggaran bencana.   (ars)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional