Dipantau Mabes Polri, Polisi Belum Bisa Ungkap Modus Kaburnya Dorfin

Irwasda NTB Agus Salim memberi keterangan pers terkait perkembangan kasus kaburnya tahanan narkoba Dorfin Felix, Rabu (30/1) (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Skenario kaburnya tahanan Polda NTB, Dorfin felix masih rancu. Olah TKP di sel tahanan dan pantauan CCTV tidak berkesesuaian. Demikian juga mengenai dugaan oknum Kompol TM sebagai perancang aksi kabur warga negara Perancis tersebut.

“Kita masih menyelidiki, apakah benar melalui terali atau melalui pintu,” ungkap Irwas Polda NTB, Kombes Pol Agus Salim didampingi Kabid Humas, Kombes Pol I Komang Suartana dalam keterangan pers, Rabu lalu.

Iklan

Sumirnya modus kabur yang diselidiki itu sebab masih ada barang bukti yang hilang. Serta hasil telaah rekaman CCTV di dalam gedung Rutan Polda NTB. Kamera CCTV mengarah ke lorong antarsel tahanan. Satu lainnya memantau aktivitas di lobi setelah masuk dari pintu utama.

“Benar terali dipotong tapi kita tidak temukan alat potongnya. Barangkali mungkin dibawa kita tidak tahu,” ujarnya. “Dari CCTV juga terakhir kawan kita ini (Dorfin) masuk ke kamar jam 9 (malam). Setelah itu tidak ada lagi,” imbuh Agus.

Dalam rentang satu bulan sebelum Dorfin kabur, tersangka narkoba senilai Rp3,1 miliar ini mendapat kiriman dua paket dari kekasihnya yang bermukim di Bali. Satu paket berisi selimut dan yang kedua tidak dicek petugas jaga.

“Tidak mengecek itu kesalahan mendasar. Apakah itu isinya gergaji atau apa itu kita tidak tahu. Kita sedang lacak alamat pengirimannya,” bebernya.

Dia menyebutkan tim Ditreskrimum Polda NTB masih bekerja untuk menyelidiki. Pada Minggu, 20 Januari 2019 petang, petugas jaga Rutan Polda NTB hanya diperkuat dua polisi. Dari total wajib jaga enam orang.

“Katanya ada izin sakit, ini masih kita selidiki apakah benar-benar sakit, atau nyakit,” ucapnya.

Mabes Polri Kirim Tim Awasi Penyelidikan Dugaan Suap

Mabes Polri menerjunkan tim Pengawas dan Pemeriksa Khusus Irwasum Polri. Musababnya, informasi liar mengenai nilai dugaan sogokan ke oknum Kompol TM senilai miliaran rupiah.

Perihal itu, Polda NTB melalui Ditreskrimsus sudah mengajukan permohonan pelacakan rekening ke Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Dugaan konspirasi dengan orang dalam, dan angkanya tidak tanggung-tanggung Rp10 miliar. Kita sudah minta inquiry PPATK, berapa dia (oknum TM) punya rekening. Isinya berapa, mudahan ketemu angka,” pungkasnya.

Dorfin Felix sedianya dilimpahkan ke jaksa penuntut umum pada Senin, 21 Januari 2019 lalu. Penyidikan kasus penyelundupan narkobanya sudah tuntas.

Dorfin ditangkap atas dugaan peredaran narkoba jaringan internasional pada Jumat, 21 September 2018 lalu. barang buktinya sabu 2,47 kg, ditambah lagi dengan ekstasi 206,83 gram, ketamine 256,6 gram, dan 850 butir ekstasi 253,1 gram, yang nilainya mencapai Rp3,1 miliar. (why)