Dinyatakan MS oleh KPU, Prof Mansyur-Aris Semakin Optimis di Pilkada Dompu

Prof Dr Mansyur, MSI selaku bakal calon Bupati Dompu dari jalur perseorangan didampingi bakal calon wakilnya, Aris Ansyari, ST, MT menerima keputusan KPU Dompu tentang berkas dukungannya dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan diterima KPU dari Ketua KPU Dompu, Drs Arifuddin usai pleno di aula KPU Dompu, Selasa, 25 Februari 2020. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – KPU Kabupaten Dompu menyatakan memenuhi syarat (MS) dan menerima dukungan bakal pasangan calon perseorangan untuk bakal pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Dompu, Prof Dr Mansyur, MSI-Aris Ansyari, ST, MT. Sebanyak 17.071 dukungan dari syarat minimal 16.218 dukungan dengan sebaran di 8 Kecamatan se Kabupaten Dompu.

Keputusan itu disampaikan KPU Dompu dalam rapat pleno yang dihadiri langsung Prof Dr Mansyur, MSI dan Aris Ansyari, ST, MT bersama timnya di aula KPU Dompu, Selasa, 25 Februari 2020. KPU Dompu menyatakan MS dan diterima setelah dilakukan pengecekan jumlah dukungan dan persebaran yang diserahkan bakal pasangan calon sejak Minggu, 23 Februari 2020 hingga Selasa, 25 Februari 2020. Dari 18.845 dukungan, 1.774 dukungan dinyatakan tidak lengkap.

Iklan

Prof Dr Mansyur, MSI usai dinyatakan MS dan diterima dokumen dukungan oleh KPU Dompu di ruang media center KPU menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah dan merupakan hasil kerjasama yang sangat apik dari relawan-relawan di lapangan. “Kami berdua ini tidak memiliki daya tanpa bantuan dari relawan-relawan yang apik. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada tim IT kami, yang kerjanya dari pagi sampai pagi. Tim ini memiliki semangat luar biasa,” katanya.

Ia pun menegaskan keyakinnya bisa lolos pada tahap awal untuk pencalonan dari jalur perseorangan yaitu verifikasi administrasi hingga verifikasi faktual. Karena data yang dimiliki merupakan data yang benar adanya. “Data-data yang kami miliki adalah benar adanya. Jadi tidak ada keraguan sedikitpun dari kami berdua ini untuk tidak sampai pada verifikasi faktual maupun tahapan masuk di pencalonan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipatif, jikalau hasil verifikassi faktual kurang dari syarat minimal sesuai ditetapkan undang-undang yaitu 16.218. Ia menyampaikan, akan kembali hunting sebagai data cadangan. Berkas dukungan sebanyak 1.774 yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) saat pemeriksaan oleh KPU Dompu akan diperbaiki kembali. Karena data dukungan tersebut, semata-mata karena tidak tercantum nama bakal calon Bupati dan wakil Bupati, tapi tandatangan pendukung ada.

“Sehingga kami optimis. Data 1.700 (1.774) itu akan kami perbaiki kembali dan sisanya kami akan hunting sekitar 5 ribu (dukungan untuk cadangan),” ungkapnya.

Aris Ansyari, ST, MT bakal calon wakil Bupati Dompu mengaku, menikmati setiap tahapan dan proses pencalonan dari jalur perseorangan. Karena keputusannya ikut mencalonkan diri berpasangan dengan Prof Dr Mansyur, MSI sudah menjadi tekadnya. “Saya hijrah dari dunia birokrasi dan saya siap menerima pertanyaan masyarakat,” tegasnya.

Terkait kakak iparnya Arifuddin, SH (wakil Bupati Dompu) yang kembali mencalonkan diri di Pilkada Dompu tahun 2020 sebagai bakal calon Bupati, dikatakan Aris Ansyari, posisinya masih sebagai bakal calon dan jalur pencalonannya berbeda. Karenanya, proses pencalonannya akan terus berlanjut hingga memenangkan Pilkada Dompu.

“(Kami) Jalan terus. Kami punya segmen dan orang-orang yang sudah kami pilih sekarang sebagai calon pemilih. Yang jelas, mereka ini bukan calon pemilih dari kakak ipar saya,” tegasnya.

Ketua KPU Dompu, Drs Arifuddin usai pleno KPU Dompu menegaskan, tahapan setelah berkas pencalonan bakal pasangan calon perseorangan ini dinyatakan memenuhi syarat dan diterima, akan dilakukan tahapan verifikasi administrasi. Verifikasi administrasi lebih kepada elemen data dan dilanjutkan dengan verifikasi faktual.

“Ketika jumlah dukungan kurang dari syarat minimal 16.218 dukungan setelah verifikasi vaktual, maka diberi kesempatan untuk perbaikan minimal 2 kali lipat dari kekurangan dukungan,” kata Arifuddin. (ula/*)