Dinsos Temukan Data Ganda Penerima Bantuan Covid-19

Tajuddin HIR. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Terpijar dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu, sudah tersalur ke 3.030 KPM terdampak Covid-19 di semua Desa/Kelurahan. Secara umum tidak ditemukan gejolak berarti, hanya saja sempat dikejutkan munculnya data ganda penerima. Terutama untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos dan Terpijar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Dompu, Tajuddin HIR dikonfirmasi Suara NTB terkait persoalan ini, Selasa, 26 Mei 2020 membenarkan adanya temuan data ganda penerima bantuan tersebut di sejumlah Desa/Kelurahan.

Iklan

Kondisi ini semata-mata akibat berbedanya waktu pengusulan data calon penerima. Di mana sebelum data resmi penerima BST dikirim Kemensos, pemerintah Desa/Kelurahan sudah lebih dulu mengusulkan nama calon penerima bantuan. Sehingga wajar ditemukan KPM BST Terpijar yang juga masuk sebagai KPM BST Kemensos.

“Andaikata BST (Kemensos) lebih dulu datang dari Terpijar, mungkin tidak akan ada yang ganda pengirimannya,” terang dia.

Temuan data ganda penerima bantuan sosial penanggulangan dampak Covid-19 itu, lanjut dia, hanya terjadi pada beberapa Desa/Kelurahan. Itupun tidak sampai menimbulkan gejolak lantaran sigap diganti dengan data penerima baru. Bahkan sabagai penguat telah disertakan berita acara pengalihannya.

Kendati ada perubahan data, kuota yang disediakan tetap untuk 3.030 KPM. “Sampai saat ini kita belum berpikir untuk menambah. Kalaupun ada usulan dari Desa/Kelurahan bisa saja,” ujarnya.

Pemerintah daerah pada prinsipnya membuka ruang untuk data penerima baru. Sepanjang itu diusulkan oleh pemerintah Desa/Kelurahan setelah melalui proses verifikasi dan validasi. Dan untuk 3.030 KPM awal dipastikan menerima bantuan dengan nilai yang sama pada dua tahap berikutnya.

Sementara menyangkut pemanfaatan bantuan, tambah Tajuddin HIR, diharapkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebab dengan pembatasan aktivitas yang diterapkan saat ini masyarakat tak bisa leluasa mencari nafkah seperti hari-hari biasa.

“Mereka kan sudah kita larang keluar rumah, pergi ke tempat kerja mencari nafkah. Maka dengan bantuan ini kita sangat berharap memanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga walaupun sedikit,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here