Dinsos Dompu Akui Data Kemiskinan Banyak Bermasalah

Tajuddin HIR. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Sosial Kabupaten Dompu mengakui data kemiskinan yang selama ini menjadi sasaran program bantuan kemiskinan bermasalah. Hasil verifikasi dan validasi (Verivali) data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Dompu, ditemukan sebanyak 2.128 rumah tangga sasaran (RTS) invalid karena meninggal dunia dan sudah pindah penduduk.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Tajuddin HIR, SH kepada Suara NTB di kantornya, Jumat, 27 Agustus 2021 mengaku, proses verivali DTKS di Dompu sudah mencapai 81,47 persen dari 36.425 total DTKS se Kabupaten Dompu. Sementara Desa/Kelurahan yang sudah melakukan musyawarah untuk menentukan status data kemiskinan baru 56 Desa/Kelurahan atau 70an persen. “Dari data yang masuk, ditemukan ada 2.128 KK invalid karena meninggal dunia dan pindah penduduk,” katanya.

Iklan

Yang valid datanya ditemukan sebanyak 26.146 KK, sehingga diusulkan penggantian dari rumah tangga miskin sebanyak 2.797 KK. Perubahan data ini hanya bisa dilakukan melalui musyawarah di Desa/Kelurahan atau adanya peningkatan status kesejahteraan dari data yang diunggah ke aplikasi.

Tajuddin menegaskan, temuan data invalid yang mencapai 2.128 KK tersebut sangat mungkin terjadi. Karena data tersebut berdasarkan data hasil sensus data kemiskinan tahun 2005 lalu, sehingga dilakukan verivali data untuk perbaikan. Verifikasi untuk memastikan data tersebut ada atau tidak orangnya. Ketika ada, baru dilakukan validasi data tingkat kesejahteraan dengan mengisi formulir. “Data itu kemudian dimasukan dalam aplikasi, sehingga akan mengetahui status (kemiskinannya),” ungkapnya.

Ia pun mengaku, kevalidan DTKS ini sangat bergantung pada petugas pendata dan orang yang didata. Ketika data yang diimput secara tidak jujur, maka hasilnya juga tidak akan menggambarkan kondisi sebenarnya. “Itu yang selalu kita wanti-wanti ke petugas data dan didata untuk berkata jujur,” katanya. (ula)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional