Dinda Dorong Perempuan Berperan Aktif Cegah Konflik

Bima (Suara NTB) – Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri mendorong kaum perempuan lebih aktif berperan sebagai mediator dan komunikator dalam mencegah konflik sosial atau perang antar kampung yang kerap terjadi selama ini di Bima.

Penegasan itu disampaikan Bupati saat menutup workshop Sekolah Perempuan Perdamaian Bima, yang di gagas oleh Alamtara Institute bekerjasama dengan Asian Muslim Action Network (AMAN), di Bima, Minggu, 22 April 2018.

Iklan

Dikatakannya, dalam menyelesaikan permasalahan konflik (resolusi konflik.red) yang terjadi, hanya dibebankan terhadap aparat keamanan dan Pemerintah Daerah serta tokoh masyakarat melalui pendekatan persuasif.

“Agar konflik dan perang kampung tidak berkembang luas perlu kerja keras semua sektor. Tanpa terkecuali peranan kaum perempuan,” katanya.

Ibu dua orang ini menginginkan, hasil kajian dan diskusi dari workshop sekolah perempuan perdamaian tersebut, dapat merumuskan hal-hal strategis dalam mencegah konflik.

“Saya berharap hasilnya bisa dijadikan contoh dalam menyelesaikan konflik di Bima, agar Bima keluar dari anggapan daerah zona merah,” harapnya.

Bupati menambahkan selain konflik antar kampung. Kasus kekerasan anak dan perempuan juga kerap terjadi. Sekolah perempuan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan ini, semoga hasilnya dapat menggunggah semua pihak, karena perempuan terkesan hanya mengurus rumah tangga,” ujarnya.

Workshop sekolah perempuan itu berlangsung selama dua hari. Pesertanya dari beragam latar profesi, seperti aktivis perempuan, perwakilan Jurnalis, LPA, Akademisi, Perwakilan Aparatur pemerintah Desa dan pekerja sosial. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here