Dinas PMD Klarifikasi Kades Taman Ayu Soal Kasus Pembagian BLT DD

Heri Ramadhan, Tajuddin. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sekretaris Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Barat Heri Ramadhan menegaskan pihaknya sudah memanggil kades Taman Ayu. Pemanggilan bersangkutan menindaklanjuti adanya aduan masyarakat soal pembagian BLT yang tidak sesuai aturan. Dimana, BLT dibagi menjadi separuh dari nilai yang seharusnya. Selain itu, desa taman ayu ada beberapa desa yang terindikasi melakukan hal yang sama. Namun yang sejauh ini yang memiliki bukti aduan adalah desa Taman Ayu.

Heri yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, mengenai indikasi desa yang menyalahi mekanisme penyaluran BLT, pihaknya sudah melakukan pemanggilan.

Iklan

Secara khusus, sejauh ini, beberapa desa sudah diminta klarifikasi, ada apa dengan penyaluran, sehingga terjadi gejolak di kalangan masyarakat. Kepala Desa Taman Ayu pun sudah menghadap dan memenuhi klarifikasi dengan DPMD.

“Kami sudah panggil Kepala Desa Taman Ayu, karena ini menindaklanjuti laporan dan pengaduan dari masyarakat setempat atas dugaan ketimpangan penyaluran BLT ini,” ungkapnya.

Menurut pengakuan Kedes tersebut, pembagian BLT yang dibagi rata tersebut bukanlah kebijakannya melainkan cara Kepala Kewilayahan atau Kepala Dusun setempat yang melakukan itu. Dia tidak tahu menahu tentang persoalan itu. Sebab penyaluran bagi rata itu katanya ada kesepakatan antara penerima manfaat dengan Kepala Kewilayahan atau Kadusnya.

Namun, fakta di lapangan, tegas Heri, masyarakat Taman Ayu menerima BLT hanya Rp300 ribu walaupun dari Pemdes sendiri sudah menyalurkan Rp600 ribu sesuai porsi.

“Sekarang tinggal bagaimana kewenangan Kepala Desa untuk mengambil tindakan sanksi kepada oknum Kadus yang melakukan dugaan pelanggaran. Soal sanksi ini bisa berupa teguran atau pemberhentian sementara atau pemecatan,” tegasnya.

Pihaknya pun telah meminta kades agar memangil Kadus untuk diingatkan jangan sampai mengulangi pembagian BLT seperti tahap I. Artinya, desa tidak boleh membiarkan Kadus membagi rata BLT. Kades Taman Ayu Tajuddin mengaku sudah dipanggil oleh Dinas PMD. Pihaknya diberikan pengarahan terkait aturan yang berlaku untuk BLT DD.

“Dan saya sampaikan bahwa mekanismenya sudah dijalankan. Diberikan satu KK Rp600.000. Sesuai aturan yang berlaku,” jelas dia. Ia menyebut, 308 KK di desanya sudah menerima bantuan sesuai arahan dan aturan.

Sebelumnya, ia dan warga mengklarifikasi terkait adanya keberatan warganya soal BLT yang dibagi rata. Warga dikumpulkan di kantor desa untuk membuat pengakuan menerima diberikan BLT Rp300 ribu. Namun dari beberapa warga yang keberatan BLTnya dibagi dua, hanya satu orang yang hadir. Salah satunya, Amaq Jelinah mengaku ikhlas diberikan Rp 300 ribu.

Awalnya, ia menolak karena belum mendapatkan informasi utuh soal alokasi DD untuk BLT. “Setelah tahu itu, saya ikhlas dapat Rp 300 ribu,” jelas dia.

Dedi, warga karang Genteng juga menilai BLT yang dibagi dua sangat bagus untuk pemerataan, tidak ada yang cemburu sosial. Sebab bukan dirinya saja terdampak Covid-19. “Supaya tidak terjadi kecemburuan sosial,” aku dia. (her)