Dinas Perindustrian Siapkan Agen Purna Jual Produk Permesinan IKM Lokal

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti mengalungkan tanda peserta Bimtek layanan purna jual dalam meningkatkan daya saing permesinan IKM di NTB.(Suara NTB/bul)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Perindustrian Provinsi NTB mempersiapkan agen-agen purna jual produk permesinan yang dibuat oleh para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal. Diharapkan, agen-agen purna jual ini nantinya dapat meningkatkan kepercayaan publik untuk menggunakan mesin-mesin yang dibuat oleh putra putri terbaik NTB.

Sebanyak 20 orang IKM permesinan dari seluruh kabupaten/kota di NTB dipilih dan diberikan bimbingan teknis layanan purna jual dalam meningkatkan daya saing IKM permesinan.

Iklan

Dinas Perindustrian Provinsi NTB juga menghadidrkan instruktur dari D-Tech Enginering yang merupakan perusahaan start up bergerak di bidang desain enginering, produk development, enginering analis, dan prototype service selama kegiatan bimtek dilaksanakan di STIP Park Banyumulek, Lombok Barat dari 6-8 September 2021.

Bimbingan teknis ini dimulai Senin, 6 September 2021. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE, ME dalam pembukaan kegiatan memberikan motivasi kepada 20 peserta pelatihan yang notabenenya adalah IKM-IKM permesinan yang sudah diseleksi. Selama kegiatan bimbingan teknis diselenggarakan, peserta akan mendapatkan materi dan praktik tentang inovasi permesinan.

Harapannya, para IKM dapat memahami dan mampu menerapkan pengetahuan yang didapat untuk menghasilkan produk permesinan yang berkualitas dan berstandar. Seperti diketahui, program industrialisasi yang dicanangkan Pemprov NTB dalam tiga tahun terakhir sebagai program unggulan sudah banyak menghasilkan alat-alat permesinan yang sehari-hari banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Misalnya, mesin sangrai kopi, mesin pengolah minyak kelapa, mesin-mesin pertanian, hingga sepeda listrik.

Pangsa pasar produk-produk permesinan ini salah satunya pemerintah daerah yang setiap tahun rutin melakukan pengadaan untuk diberikan kepada masyarakat. Namun, kata Nuryanti, salah satu kendala pemasaran produk di pemerintah daerah adalah, tidak bisa dipasarkan secara terbuka di e-katalog. E katalog  sendiri adalah aplikasi belanja online yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Pada aplikasi tersebut tersedia berbagai macam produk yang dibutuhkan oleh Pemerintah. Sebagai ujung tombak dalam sistem pengadaan Pemerintah, e katalog bertujuan untuk mendorong organisasi Pemerintah baik di pusat maupun daerah terkait pengadaan barang dan jasa. “Namun kita belum bisa masuk e katalog, salah satunya karena mesin-mesin yang dihasilkan oleh IKM tidak menyedikan agen-agen purna jual di kabupaten/kota,” kata Nuryanti.

Untuk itulah, Dinas Perindustrian Provinsi NTB memberikan bimbingan teknis purna jual, agar produk-produk mesin yang dibuat oleh IKM lokal NTB memiliki daya saing di pasaran. “Dan inilah ekosistem yang kita bangun. Setelah berhasil mengembangkan produk permesinan, dari sisi hilir layanan purna jualnya juga tersedia. Ketika ada kerusakan mesin di lapangan, atau ada kebutuhan komponen, layanan purna jualnya sudah tersedia. Sehingga produk-produk permesinan kita lebih memasyarakat lagi,” imbuhnya.

Para IKM yang diberikan bimbingan teknis selama tiga hari ini selanjutanya diharapkan akan melakukan transfer knowledge (merekrut, melatih kembali) IKM-IKM lainnya di kabupaten/kota untuk menghasilkan produk-produk permesinan berstandar dan memiliki layanan purna jual. “kita juga akan mendorong 10 IKM permesinan terpilih memiliki SNI. Dengan demikian, produk-produk permesinan NTB akan menjadi sangat layak bersaing di pasaran,” demikian Nuryanti. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional