Dinas Perdagangan Telusuri Permen Dot Diduga Mengandung Narkoba

Mataram (Suara NTB) – Para orangtua perlu waspada. Peredaran narkoba mulai menyasar anak – anak. Modus digunakan para pelaku dengan mencampurkan narkoba dalam permen dot. Dinas Perdagangan menelusuri toko, pasar tradisional dan sekolah untuk memastikan Mataram bebas dari permen dot tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, L. Alwan Basri mengatakan, persoalan ini harus dilihat dan dicermati terlebih dahulu di lapangan. Karena, ini menyangkut khalayak ramai khususnya anak – anak yang perlu dilindungi.

Iklan

Modus mafia narkoba dinilai sangat membahayakan generasi muda. Ia meminta Bidang Pengawasan Dinas Perdagangan menindaklanjuti dengan menelusuri titik – titik pusat perbelanjaan, pasar, kios dan kantin sekolah.

“Nanti bidang pengawasan dan kepala pasar saya suruh cek,” kata Alwan, Rabu, 8 Maret 2017.

Penelusuran akan melibatkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan, Satpol PP dan aparat kepolisian.

Jika barang itu ditemukan beredar di Kota Mataram. Pihaknya akan langsung menarik dan mengamankan untuk dilakukan tes laboratorium. “Kalau ditemukan langsung kita sita dan tarik,” tegasnya.

Indikasi itu tidak sampai di situ saja. Aparat Kepolisian akan diminta menelusuri sumbernya. Pengecer maupun pedagang akan diperiksa mencari tahu mata rantai pemasaran. Pemerintah tak ingin obat – obatan terlarang merambah pelajar.

Mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda Kota Mataram menegaskan, bila perlu pelaku dipidanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Pasti ada mata rantainya. Ini yang akan kita cari tahu,” ujarnya.

Bukan hanya permen dot, tapi produk lain yang mengandung zat berbahaya rutin dilakukan pengawasan.

Walikota dan Wakil Walikota Mataram tetap mengimbau masyarakat agar menghindari bahan berbahaya. Khusus bagi orangtua agar membekali anak – anaknya makanan yang dimasak di rumah.

“Jangan sampai berbelanja di luar apalagi higenisitas tidak jelas,” pesannya. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here