Dinas Perdagangan Siapkan Lahan untuk PKL Lingkar Selatan

Mataram (Suara NTB) – Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah PKL khususnya di kawasan lingkar selatan Kota Mataram semakin marak. Sekitar dua pekan lalu, telah ditertibkan beberapa PKL yang mendirikan bangunan liar di kawasan itu. Sementara pada malam harinya, jalan bypass Gajah Mada-BIL juga semakin dipenuhi PKL.

Agar tidak berjualan di ruang-ruang yang dilarang, Pemkot Mataram melalui Dinas Perdagangan berencana menyediakan lahan khusus untuk menampung para PKL ini. Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, S.Pi menyampaikan pihaknya tidak ingin mematikan usaha para PKL yang terkena penertiban. Untuk itulah pihaknya berencana menata mereka dengan menyediakan lahan khusus.

Iklan

“Kita tidak ingin UMKM atau PKL-PKL yang baru muncul ini begitu ditertibkan lalu mati. Ada beberapa alternatif yang kita siapkan. Salah satunya membebaskan lahan di tempat khusus untuk kita tempatkan mereka,” paparnya kepada Suara NTB, Senin, 3 April 2017. Terkait dimana lahan baru yang akan disiapkan, Alwan mengatakan akan mencari lokasi yang cocok dengan keinginan para pedagang. Ia mengakui jumlah PKL khususnya di lingkar selatan bertambah banyak, termasuk juga di sekitar Taman Loang Baloq.

Banyak PKL yang ditertibkan kata Alwan karena mereka berjualan di tempat yang dilarang seperti trotoar atau pedestrian. Ke depan ia ingin menata para PKL khususnya yang ada kawasan lingkar selatan di tempat yang terpusat sehingga mereka tak akan lagi terkena penertiban. Dalam hal ini pihaknya juga melibatkan lingkungan, kelurahan, sampai kecamatan.

Sebelum dilaksanakan, alternatif solusi bagi PKL ini akan dikonsultasikan dulu ke kepala daerah baik walikota maupun wakil walikota. “Kepala lingkungan, kelurahan, dan kecamatan juga akan dilibatkan. Tawaran solusi dari kecamatan juga akan kita jadikan masukan-masukan. Nanti akan kita coba tawarkan ke kepala daerah karena kebijakan terakhir ada di beliau,” jelasnya.

Dengan penataan dan pendampingan dari pihaknya, ia ingin para PKL ini semakin berkembang. Tak hanya menyediakan tempat, penataan yang bagus dan indah, namun ia juga ingin apa yang dijual para PKL tersebut higienis. Terkait PKL di bypass Gajah Mada-BIL, ia mengatakan mereka tidak menetap dan hanya datang membawa gerobaknya pada malam hari. PKL tersebut juga tak hanya berasal dari Mataram, tapi juga wilayah Lombok Barat. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here