Dinas LHK NTB Tangkap Pembalak Liar Hutan Puncak Ngengas

Mataram (Suara NTB) – Dua pelaku pembalakan liar Hutan Puncak Ngengas RTK.60 Alas, Sumbawa ditangkap. Mereka membuat kayu ini seolah-olah legal dengan menitipkannya di gudang kayu. Kasus sedang dikembangkan mengenai keterlibatan jaringannya. Kasi Gakkum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Astan Wirya menerangkan, kayu berjenis Rajumas yang diamankan tidak memiliki dokumen sahnya hasil hutan. “Ada 31 batang diduga hasil pembalakan liar,” sebutnya, Rabu, 24 Februari 2021.

Kasus di wilayah BalaI KPH Brang Rea Puncak Ngengas ini terungkap pada Sabtu, 20 Februari 2021. Tersangka JL, warga Pungkit, Lopok, Sumbawa membawa kayu tersebut dengan truk bernomor polisi N 8074 UI. Kayu diduga hasil pembalakan hutan di kawasan Desa Marente, Alas, Sumbawa. “Kayu itu kemudian disimpan di dalam gudang UD RI,” sebut Astan. Gudang ini bermarkas di Desa Tarusa, Buer, Sumbawa. “Tersangka JL ini perannya sebagai pengangkut kayu dari dalam kawasan hutan ke gudang,” imbuhnya.

Iklan

Kasus ini kemudian dikembangkan lagi. Sampai akhirnya muncul nama warga Juran Alas, Alas, Sumbawa berinisial AG (53). “Tersangka AG ditangkap dengan sangkaan sebagai pelaku aktor yang mengawal, membantu pengangkutan, atau penjualan kayu ilegal sampai masuk ke dalam gudang UD RI,” terangnya. Astan mengatakan, para tersangka sudah dititipkan penahanannya di Rutan Polda NTB. mereka disangka melanggar pasal 88 ayat 1 huruf a juncto pasal 16 dan atau pasal 87 ayat 1 huruf c juncto pasal 12 juruf m UU RI No18/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

“Pemilik gudang sudah diperiksa. Untuk sementara dia belum mengakui memesan kayu ilegal tersebut. Tapi tetap kita dalami kenapa kayu itu disimpan gudangnya dia,” tutup Astan. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional