Dinas Kominfo Sediakan Aplikasi Khusus Cegah Sebaran “Hoax”

Mataram (Suara NTB) – Melalui instansi yang baru terbentuk yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkot Mataram juga berkomitmen untuk mencegah penyebaran berita palsu (hoax) yang tidak jelas sumbernya dan dapat berujung fitnah.

Untuk mengantisipasi penyebaran berita palsu ini, Dinas Kominfo Kota Mataram menyediakan aplikasi khusus yang disebut comment room. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram, Drs. H. Lalu Junaidi kepada Suara NTB, Rabu, 18 Januari 2017.

Iklan

Junaidi menjelaskan melalui ruang komentar ini, pihaknya bisa menghalau berita-berita palsu sebelum disebarluaskan di dunia maya. Dengan perangkat ini, pihaknya juga bisa memantau situs-situs yang berbasis di Kota Mataram.

“Nanti kita masuk dari situs-situs resmi kita di Kota Mataram. Kalau ada berbagai berita berkembang, langsung kita bisa berikan counter,” ujarnya. Selain itu melalui perangkat ini, pihaknya juga bisa memantau jaringan internet nirkabel (wifi) yang dipasang Dinas Kominfo di beberapa titik.

Junaidi mengatakan pihaknya akan segera memasang perangkat ini. Pihaknya juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat terkait hal ini, khususnya para pengguna media sosial agar berhati-hati dalam menyebarluaskan sebuah berita yang tidak jelas sumbernya.

Program lain dari Dinas Kominfo Kota Mataram ialah menjadikan masyarakat Mataram melek informasi. Untuk itu ia pun menjamin akan menyediakan akses informasi kepada publik seluas-luasnya. Jika suatu masyarakat atau daerah tertinggal di bidang informasi, maka tidak akan bisa bersaing dengan daerah lain. Karenanya ia berkomitmen melalui berbagai program untuk menjadikan warga Mataram sebagai masyarakat yang melek informasi dan teknologi.

Saat Menteri Kominfo berkunjung ke Mataram belum lama ini, Mataram disebut sebagai salah satu daerah yang paling banyak memiliki kasus pelanggaran UU ITE. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memerangi penyebaran berita palsu ini.

Gubernur mengatakan pemerintah provinsi dan kabupaten telah sepakat untuk gencar melakukan kampanye berinternet sehat. Terutama memerangi banyaknya sebaran berita palsu di NTB. Kampanye ini dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat bahwa menyebarkan berita palsu melalui media sosial bisa berujung pidana. (ynt)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional