Dinas Ketahanan Pangan Stabilkan Harga Pangan dengan “Tancabgas”

Mataram (suarantb.com) – Kenaikan harga  komoditas pangan pada Januari 2017, dapat dilihat dari tingginya harga cabai yang mencapai Rp 170 ribu per kg. Demikian pula dengan kenaikan harga telur dan daging ayam beberapa waktu lalu.

Melihat kondisi di atas, Dinas Ketahanan Pangan NTB menggagas program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang berbasis komoditas cabai dan unggas.

Iklan

“Masyarakat diajak untuk memanfaatkan pekarangan rumah,ditata bagus, melalui halaman asri, indah, teratur dan nyaman. Nanti ini ditanami cabai dan dikelola langsung oleh masyarakat,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB,Ir. Hj. Budi Septiani kepada suarantb.com, Rabu, 22 Februari 2017.

Ke depannya, kegiatan ini diharapkan mampu menekan tingginya harga cabai dan unggas yang menjadi kendala pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan.

“Apalagi target NTB tahun ini kan mengentaskan angka kemiskinan hingga 2 persen,” ungkapnya.

Dalam KRPL ini kemudian akan dilakukan program Tancabgas atau  Tanam Cabai Terintegrasi Unggas. Program Tancabgas ini juga berkolaborasi dengan   PKK dalam mengimplementasikannya.

Dalam program ini, Kementerian Pertanian akan memberikan 25 ribu bibit untuk NTB yang langsung didistribusikan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) ke kelompok KRPL.

Nantinya, satu KRPL terdiri dari 25 orang. Dan satu orang diwajibkan memegang 20-25 batang cabai. “Jadi kalau satu batangnya itu 1 kg, jadinya kan per orang dapat 20 kg,” ujarnya.

Terdapat 36 KRPL yang dialokasikan dari pemerintah pusat. Serta 10 KRPL dari APBD, sehingga secara total terdapat 46 KRPL untuk  10 kabupaten/kota di NTB.

Terkait anggaran dana, satu KRPL akan mendapat Rp 15 juta dari pemerintah. Dana tersebut akan dialokasikan untuk menyiapkan media tanam dan pembelian bibit ditahapan selanjutnya.

Secara teknis, BPTP akan memberikan pendampingan teknologi serta bantuan tenaga penyuluh oleh Dinas Ketahanan Pangan di masing-masing KRPL.

Ke depannya, pengintegrasian untuk  unggas menurutnya akan dilakukan dalam program berbeda yang akan dilakukan oleh Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinakeswan).

Hingga saat ini, penyerahan bibit  telah dilakukan di Lombok Tengah dan Lombok Barat. “Ini akan dilakukan bertahap, tanggal 26 Februari ini akan dilakukan di Mataram,” pungkasnya. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here