Dinas Dikbud Sumbawa Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di 47 SMP

H. Sahril. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sebanyak 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP)  di Sumbawa akan melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka dalam masa covid-19. Uji coba tersebut mulai dilakukan pada Senin, 21 September pekan depan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Kabupaten Sumbawa, H.  Sahril, M. Pd kepada wartawan, Kamis, 17 September 2020 membenarkan hal tersebut. Keputusan ini berdasarkan hasil verifikasi permohonan izin pembelajaran tatap muka masa covid 19 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan dalam bentuk uji coba sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka new normal dilaksanakan secara serentak untuk seluruh sekolah. “Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada 21 September 2020 di 47 SMP, ” sebutnya.

Iklan

Puluhan sekolah dimaksud yakni SMPN 1 dan 3 Empang, SMPN 1 dan SMPN 2 Tarano, SMPN 1 Plampang, SMPN 5 Satap Plampang, SMPN 1 Labangka, SMPN 1 dan SMPN 2 Maronge, SMPN 1 Lape, SMPN 3 Satap Lape, SMPN 1 Lopok, SMPN 4 Satap Lopok, SMPN 1 Moyo Hulu, SMPN 5 Satap Moyo Hulu, SMPN 1 Lenangguar, SMPN 2 Satap Lenangguar, SMPN 1 Orong Telu, SMPN 3 Satap Orong Telu, SMPN 2 dan SMPN 3 Lunyuk, SMPN 1 Ropang, SMPN 2 Satap Ropang, SMPN 1 Lantung, SMPN 1 Rhee, SMPN 2 Satap Rhee, SMPN 1 Utan, SMPN 3 Satap Utan, SMPN 1 dan SMPN 2 Buer, SMPN 1 dan SMPN 5 Alas, SMPN 1 dan SMPN 3 Alas Barat, SMPN 1 dan SMPN 4 Sumbawa, SMPN 1 dan SMPN 2 Unter Iwes, SMPN 1 Batu Lanteh, SMPN 3 Satap Batu Lanteh, SMPN 1 dan SMPN 2 Labuhan Badas, SMPIT Samawa Cendekiyah, SMPN 1 dan SMPN  5 Moyo Hilir, SMPN 1 Moyo Utara dan SMPN 2 Satap Moyo Utara.

Terhadap sekolah yang ditunjuk,  pihaknya berharap agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan serta juknis pelaksanaan pembelajaran masa covid-19. Serta sebelum kebijakan pelaksanaan pembelajaran uji coba tatap muka, agar dipastikan pihak sekolah mengkomunikasikan dengan orang tua/wali murid untuk bersama-sama mendampingi siswa di luar lingkungan sekolah sesuai protokol kesehatan. Sehingga baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah siswa tetap dalam protokol kesehatan.  Kemudian apabila dikemudian hari terjadi peningkatan kasus covid-19, maka kebijakan ini akan ditinjau kembali. (ind)