Dimulai, Pengerjaan Infrastruktur Pendukung Kawasan The Mandalika

Proyek MUTIP tahap dua mulai berjalan di kawasan The Mandalika. Proyek itu sendiri dibiayai penuh AIIB.

Praya (Suara NTB) – PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporatin (ITDC) bekerjasama dengan PT. Hutama Karya dan PT. Adhi Karya (Persero) telah memulai pelaksanan kontruksi Mandalika Urban Tourism And Infrastructure Project (MUTIP) dua. Program yang biayanya bersumber dari dana pinjaman Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) ini berupa pembangunan sejumlah fasilitas penunjang kawasan The Mandalika. Dan, diperkirakan bakal menghabiskan anggaran hingga Rp. 753 miliar.

Dari total anggaran sebesar Rp1,7 triliun yang disiapkan untuk membiayai program MUTIP. ‘’Untuk program MUTIP dibagi dalam dua bagian. Dan, kali ini pelaksanan MUTIP bagian kedua dengan dukungan anggaran sebesar Rp 753 miliar,’’ sebut Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Masoer, dalam keterangannya, Selasa , 27 Juli 2021.

Iklan
Petugas tengah mengecek kualitas material yang digunakan di proyek MUTIP tahap kedua di kawasan The Mandalika.

Proyek itu meliputi konstruksi pada sejumlah ruas jalan dengan total panjang 2,99 km, normalisasi sungai, pembangunan fasilitas amenity core, gerbang kawasan, dan konstruksi masjid diare timur kawasan The Mandalika, serta pembangunan jaringan pipa air bersih. Ditambah jaringan air kotor serta jaringan pipa air irigasi berikut kelengkapannya. Dengan pekerjaan akan berlangsung selama dua tahun atau hingga tahun 2023 mendatang.

Untuk menggarap proyek tersebut, ITDC sendiri menggandeng dua BUMN yakni PT. Hutama Karya dan PT Adhi Karya dengan skema Joint Operation yang kesepakatan kerjasamanya sudah ditandatangani beberapa bulan yang lalu. “Penandatanganan kontrak pekerjaan konstruksi ini dilakukan setelah melalui proses pengadaan menggunakan metode internasional open competitive tender serta telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan oleh lembaga pemberi pinjaman,” tambahnya.

Abdulbar mengatakan pelaksaan program MUTIP II tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya untuk mempercepatan pengembangan kawasan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan di Indonesia. Dengan ketersedian berbagai sasaran penunjang tersebut nantinya, kawasan The Mandalika akan semakin menarik untuk dikunjungi. Sekaligus bisa menambah daya tarik kawasan bagi para investor dan calon investor untuk berinvestasi di kawasan The Mandalika.

“Konektivitas dan mobilitas di dalam kawasan juga akan semakin baik dengan dukungan berbagai infrastruktur penunjang tersebut. Sehingga bisa menghasilkan sistem logistik yang efisien di dalam kawasan,” imbuhnya.

Yang pada akhirnya nantinya, dengan banyak investasi yang masuk tentunya akan memberikan dampak positif bagi para stakeholder The Mandalika. Mulai dari wisatawan, masyarakat desa penyangga kawasan The Mandalika, tenant, dan pemerintah setempat serta para pelaku wisata lainnya.

Ia pun memastikan mesti tengah ada pandemi Covid-19, pelaksaaan program tetap berjalan. Dalam pelaksaan proyek tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sebagai upaya mendukung pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 di kawasan The Mandalika khususnya dan Loteng secara lebih luas.

“Mengingat kawasan The Mandalika masuk dalam kategori sektor kritikal, maka kegiatan pembangunan infrastruktur tidak akan dihentikan. Penerapan protokol kesehatan kami laksanakan seketat mungkin agar pekerjaan pembangunan infrastruktur di The Mandalika dapat berjalan sesuai dengan jadwal,” tutup Abdulbar. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional