Diminta Susun Proyeksi Kebutuhan PNS, Pemprov Kekurangan 2.584 Guru dan 694 Tenaga Kesehatan

Sekretaris BKD NTB, Yus Harudian Putra (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) meminta Pemprov dan Pemda kabupaten/kota menyusun kebutuhan PNS lima tahun ke depan. Kemen PANRB memberikan tenggat waktu kepada Pemda untuk menyusun kebutuhan PNS sampai Maret mendatang.

‘’Sesuai surat Kemen PANRB, kita diminta menyusun kebutuhan personel lima tahun ke depan sesuai analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK),’’ kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Yus Harudian Putra, S. STP dikonfirmasi kemarin di Mataram.

Iklan

Yus mengatakan, saat ini BKD sedang menyusun proyeksi kebutuhan PNS  lingkup Pemprov NTB lima tahun ke depan bersama dengan Biro Organisasi. Untuk penyusunan kebutuhan PNS  lima tahun ke depan. Pertama, harus disesuaikan dengan Anjab dan ABK. Kedua, disesuaikan dengan proyeksi  kemampuan fiskal daerah lima tahun ke depan.

‘’Kebutuhan masih kita susun. Daerah diberi waktu sampai Maret 2019 untuk menyusun kebutuhan lima tahun ke depan. Jumlah kebutuhan berpotensi bertambah. Jika tahun depan ada perubahan nomenklatur, penambahan beban kerja, bisa saja bergerak lagi,’’ katanya.

Pada 2017, Pemprov sudah melakukan Anjab dan ABK.  Sesuai dengan hasil  ABK, kebutuhan  PNS di Pemprov NTB untuk tenaga kesehatan, tenaga teknis, dan guru SMA/SMK/SLB totalnya ada 6.965 orang.

Sementara, jumlah PNS yang tersedia pada waktu itu untuk bidang-bidang baru tersebut hanya ada sekitar 2.362 orang. Sehingga,  Pemprov NTB masih kekurangan sekitar 4.603  PNS. Kekurangan PNS Pemprov ini dapat diisi dengan adanya rekrutmen CPNS tahun 2018.

Kekurangan 4.603 PNS pada 2017 tersebut secara lebih detail terdiri dari tenaga kesehatan sejumlah 757 orang, tenaga teknis sejumlah 945 orang, guru SMA sebanyak 1.495 orang, guru SMK sebesar 1.322 orang, dan juga guru SLB sekitar 84 orang.

Dalam rekrutmen CPNS 2018, Pemprov NTB mendapatkan jatah 433 formasi, namun terisi hanya 380 formasi. Untuk formasi guru terisi 317 formasi, sisanya untuk formasi tenaga kesehatan 63 formasi.

Melihat hasil rekrutmen CPNS 2018, Pemprov masih kekurangan 2.584 guru PNS dan 694 tenaga kesehatan yang berstatus PNS. Serta tenaga teknis sebanyak 945 orang. Namun data kebutuhan PNS ini, kata Yus berpotensi bertambah karena setiap tahun pasti ada pegawai yang pensiun atau adanya perubahan nomenklatur  OPD. (nas)