Dimensi IPM, Daya Beli Masyarakat Menurun

Lalu Putradi (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) memiliki dampak yang cukup besar pada sektor perekonomian. Tingkat daya beli masyarakat mengalami pertumbuhan negatif. Hal ini menyebabkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara nasional, termasuk sebagian besar daerah-daerah mengalami stagansi.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lotim, Lalu Putradi saat ditemui di Selong, Kamis, 17 Desember 2020, daya beli masyarakat yang menggambarkan dimensi standar hidup layak yang diukur dari pengeluaran per kapita per tahun pertumbuhannya minus. Akibatnya, di sebagian besar daerah pertumbuhan IPM-nya melemah.

Dimensi ekonomi sebagai salah satu indikator dalam menghitung IPM dicatat BPS mengalami kontraksi. Pengeluaran per kapita yang disesuaikan dengan pendapatan. Dampak pandemi ini diakui sangat besar pengaruhnya di semua daerah.

Dua dimensi lainnya, yakni pendidikan dan kesehatan yang katanya mengalami peningkatan positif. Dua dimensi tersebut mampu mendongkrak pertumbuhan IPM Lotim yang bisa di atas rata-rata nasional. “Kalau nasional itu pertumbuhannya 0,03 persen,” sebutnya.

Lotim tahun 2020 IPM meningkat 0,11 persen, yakni dari 66,23 tahun 2019 menjadi 66,30 pada tahun 2020. “Pertumbuhan IPM Lotim ini merupakan pertumbuhan tertinggi ketiga di NTB, Lombok Barat, Sumbawa Barat dan Lombok Timur yang pertumbuhannya sama dengan Lombok Tengah,” terangnya.

Sektor kesehatan, ada dimensi hidup sehat dan angka panjang umur, yakni dilihat dari  indikator usia harapan hidup. Sedangkan dari sektor pendidikan digambarkan dari rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah. Semuanya disebut tumbuh dengan baik di Lotim.

Pertumbuhan yang ada di Lotim ini mampu meningkatkan posisi IPM dari sebelumnya pada peringkat sembilan meningkat menjadi posisi 8. “Ada tiga kabupaten di NTB yang IPM-nya turun, Mataram, Bima dan Lombok Utara,” sebut Lalu Putradi.

Peningkatan IPM Lotim ini menandakan pemerintah cukup cepat melakukan perbaikan. Walaupun pertubahan ekonomi tahun 2020 melambat, tapi mampu mendongkrak IPM naik satu peringkat. (rus)