Dilantik, Enam Perangkat Desa Tirtanadi Jalani Ritual ”Ngurisan”

Camat Labuhan Haji, Muhir melakukan pemotongan rambut (ngurisan) terhadap perangkat Desa Tirtanadi usai dilantik, Rabu, 6 Januari 2021. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Ada pemandangan berbeda dari prosesi pelantikan perangkat desa di Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Rabu, 6 Januari 2021. Usai prosesi pelantikan yang digelar di Kantor Desa Tirtanadi ini, keenam perangkat desa yakni Sekretaris Desa dan lima Kepala Wilayah (Kawil) atau dulu disebut Kepala Dusun (Kadus) menjalani ritual ngurisan (potong rambut).

Pemotongan rambut ini diawali Camat Labuhan Haji, Muhir dan dilanjutkan oleh Kepala desa dan secara bergiliran oleh tokoh masyarakat dan undangan yang hadir pada acara pelantikan.

Camat Labuhan Haji Muhir kepada Suara NTB menjelaskan, ngurisan itu memiiki makna filosofis yang mendalam. Dia menjelaskan, rambut yang tumbuh di kepala merupakan simbol dari pikiran manusia. Rambut adalah gambaran kebaikan dan keburukan.

‘’Potong rambut ini sebagai pertanda untuk mengurangi dan menghilangkan pikiran buruk. Cara Desa Tirtanadi dinilai perlu dilakukan juga di desa-desa lain dalam setiap prosesi pelantikan perangkat,’’ ujarnya.

Setelah pemotongan rambut, ujarnya, Sekretaris Desa dan Kawil harus hijrah dari pikiran buruk  tentang desa dan lingkungannya menjadi orang berpikir positif. Sebelumnya tidak memangku jabatan apa-apa berbeda pikirannya ketika sudah ada jabatan. Sebagai pembantu Kepala Desa, ditekankan Camat kepada para perangkat desa itu setelah dilantik mulai berpikir untuk menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

Sebelumnya, Kepala Desa Tirtanadi Ruspan SE dalam pelantikan mengingatkan para perangkatnya tersebut untuk menaati aturan-aturan yang berlaku. Menjadi perangkat desa harus bisa menjadi penyelesai masalah. Bukan menjadi penambah masalah di tengah masyarakat.  (rus)