Dilanda Banjir Rob, Beronjong di Pesisir Cemara Belum Ditangani

Warga sedang memasang beronjong yang ditangani oleh Pemdes Lembar Selatan dibantu pihak PT. ASDP. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Daerah Cemara Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar Lombok Barat (Lobar) menjadi langganan banjir tiap tahun. Pemicunya, air laut yang meluap ke pemukiman warga tak mampu ditahan oleh talud yang ada. Pemkab dan Balai Wilayah Sungai (BWS) belum melakukan penanganan.

Kepala Desa Lembar Selatan, H. Beny Basuki yang dikonfirmasi, Kamis, 5 agustus 2021 mengatakan  untuk penanganan talud dan beronjong di Cemara sampai sekarang belum ada. “Kami sudah bersurat ke BWS, karena bantuan kawat beronjong belum ada dari pihak BWS,” jelas Beny.

Iklan

Dikatakan untuk penanganan sementara yang bisa dilakukan adalah dengan memasang batu beronjong. Itupun berasal dari sumbangan pihak ASDP. Diakui material ini tidak cukup. Yang mampu ditangani hanya 50 meter.

Sedangkan panjang pesisir yang butuh penanganan sekitar 6-7 kilometer. Estimasi biayanya lumayan besar mencapai Rp40 miliar lebih. “Tapi kepastian akan ditangani belum, karena mungkin anggarannya besar,” tuturnya.

Seharusnya pemerintah tidak melihat besarnya kebutuhan anggaran. Namun mengutamakan masyarakat yang setiap tahun dilanda banjir.  Karena belum ada kepastian penanganan, pihak Pemdes akan mengupayakan penanganan tahun depan melalui dana desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Lobar) Made Arthadana mengatakan pihaknya bersama BWS sudah turun mengecek lokasi terdampak banjir. Pihak BWS pun, ujarnya, menghitung kebutuhan anggaran untuk penanganan. “Soal penanganan itu ada di BWS, selalu pihak yang berwenang,” ujarnya, seraya menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan BWS.  (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional