Dilakukan Bertahap, Penggabungan SD Model ke SDN 36 Mataram

Seorang murid SDN 36 Mataram saat melintasi halaman sekolah, pada Kamis, 9 Januari 2020. SDN Model Mataram dipastikan akan pindah ke SDN 36 Mataram secara bertahap sembari melengkapi sarana di SDN 36 Mataram agar sesuai dengan standar SDN Model. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram akhirnya memutuskan penggabungan atau grouping SDN Model Mataram ke SDN 36 Mataram pada pekan ini. Namun pemindahan SDN Model ke SDN 36 Mataram dilakukan secara bertahap, karena sarana di SDN 36 Mataram relatif terbatas untuk menunjang pembelajaran SDN Model. Hal itu juga dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan ruang belajar di SMPN 14 Mataram yang dipinjam oleh SDN Model Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 9 Januari 2020 mengatakan untuk sementara baru dua tingkat kelas di SDN Model yang dipindahkan ke SDN 36 Mataram yaitu kelas 3 dan kelas 4, dengan masing-masing kelas terdiri dari dua rombongan belajar. Menurutnya tidak semua pembelajaran siswa SDN Model dipindahkan ke SDN 36 Mataram, karena masih terbatasnya sarana di SDN 36 Mataram.

Iklan

“Tidak semua kita pindahkan, sementara ini dengan kondisi gedung yang ada itu baru dua tingkat, kelas 3 dan kelas 4 bukan semuanya akan kita pindahkan. SDN 36 juga tetap berjalan, karena muridnya sedikit,” katanya.

Fatwir menjelaskan, penggabungan atau grouping yang dilakukan pihaknya untuk menjawab permasalahan selama ini, di mana dengan dipinjamnya ruang SMPN 14 Mataram oleh SDN Model mengakibatkan siswa kelas VIII di SMPN 14 Mataram belajar di selasar sekolah. Hal itu tentu membuat pembelajaran siswa SMPN 14 Mataram menjadi tidak nyaman. Begitu pula dengan SDN 36 Mataram yang selama ini menerima siswa sangat sedikit. Dengan kepindahan SDN Model ke SDN 36 Mataram akan berdampak adanya ruangan di SMPN 14 Mataram, juga bisa menambah siswa di SDN 36 Mataram.

Menurutnya, perpindahan secara keseluruhan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat, karena harus memenuhi sarana sesuai kebutuhan SDN Model. Saat ini pihaknya sedang memproses untuk penambahan daya listrik di PLN dan rencana pembangunan toilet di SDN 36 Mataram. Ke depan akan dibangun lagi gedung sekolah baru di SDN 36 Mataram sesuai dengan kebutuhan SDN Model.

“Memang sekolah model itu harus khusus sarananya. Tidak bisa di tahun ajaran baru nanti semua siswa dipindahkan,” katanya.

Fatwir menyampaikan, ke depan, jika murid di SDN 36 Mataram sudah memahami adanya penggabungan dengan SDN Model, maka murid SDN 36 Mataram akan digabungkan dengan SDN Model. Menurut Fatwir, akan ada subsidi silang dalam pembiayaan. “Ke depan akan digabungkan. Kalau ada yang daftar di SDN 36 Mataram, dia daftar di sekolah model. Nantinya SDN 36 Mataram itu akan tetap ada, nanti kita bicara setelah lengkap dan semua pindah,” katanya.

Sementara itu, Suara NTB mendatangi SDN 36 Mataram pada Kamis, 9 Januari 2020. Jumlah ruang kelas memang masih relatif sedikit dan luas lahan yang tidak begitu luas. Sampai dengan kemarin, pemindahan SDN Model masih belum benar-benar dilakukan.

Menurut Kepala SDN 36 Mataram, Wadiah, S.Pd., ditemui di ruang kerjanya mengatakan pihaknya mendukung Dinas Pendidikan untuk pemindahan pembelajaran sebagian murid SDN Model Ke SDN 36 Mataram. Ia juga mengakui jumlah muridnya cukup sedikit. Total seluruh murid dari kelas 1 dan 6 hanya 68 orang, ia mengakui jumlah itu memang di bawah standar dan layak untuk digabung atau grouping.

Penolakan Masyarakat

Saat melewati jalan menuju SDN 36 Mataram yang berlokasi di Pajang, Mataram, Suara NTB melihat spanduk bernada penolakan SDN Model oleh warga kompleks. Fatwir juga mengakui ada miskoordinasi yang membuat ada masyarakat yang masih menolak. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan masyarakat sekitar sekolah pada Sabtu, 11 Januari 2020 mendatang.

“Mungkin kami juga merasa keliru, ada sesuatu miskoordinasi, mungkin sekolah di sana belum berdiskusi intern dengan masyarakat di sana. Nanti kita diskusi dengan masyarakat, kita mau mengajarkan anak bangsa, mau membesarkan sekolah dan tidak ada yang dirugikan dari masyarakat sekitar,” kata Fatwir.

Fatwir juga menekankan, nantinya setelah SDN Model Mataram pindah, orang tua murid akan diajak berbicara berasama kepala lingkungan. Ia juga menyampaikan, ketertiban mengenai parkir akan dibicarakan agar tidak mengganggu masyarakat. “Kita akan dialog dulu dengan masyarakat,” ujarnya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here