Dikpora Tidak Berani Putuskan KBM Tatap Muka

Zainal Afrodi. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, tidak berani memutuskan soal pelaksanaan KBM secara tatap muka. Pasalnya, sampai saat ini belum ada sekolah yang direkomendasikan sembilan puskesmas di delapan kecamatan. Bertambahnya pasien terkonfirmasi positif Covid-19, disinyalir pemicu utama.

Kepala Bidang Dikdas Dikpora Dompu, Zainal Afrodi dikonfirmasi Suara NTB terkait kepastian waktu KBM tatap muka pada Minggu, 14 September 2020 menyampaikan, sepanjang belum ada data sekolah yang direkomendasi puskesmas, pihaknya tidak berani mengambil keputusan soal pelaksanaan kegiatan tersebut. “Tidak berani kita ambil keputusan, bahkan saya sudah instruksikan teman-teman di lapangan ndak boleh ada KBM tatap muka, nanti jadi masalah,” terangnya.

Iklan

Tak diketahui pasti alasan sembilan puskesmas di delapan kecamatan, belum mengirim data sekolah yang sudah bisa melaksanakan KBM secara tatap muka ditengah pandemi ini. Padahal, hasil kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu, mereka akan mengindentifikasi satuan pendidikan yang sudah mampu menerapkan protokol Covid-19, seperti misalnya menyiapkan sarana cuci tangan, masker dan memastikan jarak antar siswa tetap terjaga saat KBM berjalan.

Atas kondisi tersebut, lanjut Zainal Afrodi, pihaknya segera berkoordinasi dengan intansi teknis, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dikes). “Kita akan tanya kenapa sampai sekarang belum dikirim data, petugasnya di puskesmas itu turun lapangan atau bagaimana,” keluhnya.

Kalaupun tak ada sekolah yang direkomendasi lantaran munculnya sejumlah kasus positif Covid-19 baru, mereka semestinya tetap berkoordinasi. Sehingga jelas langkah apa yang akan diambil agar anak bisa tetap optimal mengenyam pendidikan.

Sementara itu, Plh. Kepala Dikes Dompu, Maman, Skm., MMKes., yang ditemui Suara NTB sebelumnya mengatakan, data sekolah yang memenuhi syarat untuk mulai KBM tatap muka sudah ada dari sejumlah kecamatan. Hanya saja, tak diketahui jelas berapa jumlahnya dan apakah sudah dikirim ke Dikpora atau tidak. “Sudah ada sebagian, sekarang masih terus dilakukan pendataan. Intinya dari data awal itu, tidak semua sekolah di delapan kecamatan yang dapat rekomendasi puskesmas,” tandasnya. (jun)