Dikirim Lewat Bali dan Surabaya, Nilai Ekspor Non Tambang NTB di Bawah Satu Persen

Mataram (suarantb.com) – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, dari total nilai US$ 51.624.474 ekspor NTB pada Januari 2017, sebanyak US$ 51.463.855 atau 99,69 persen merupakan barang tambang/galian non migas. Sedangkan sisanya, 0,31 persen atau  US$ 160.619, merupakan barang ekspor non tambang. Ekspor non tambang NTB masih berada di bawah angka satu persen.

Barang ekspor non tambang yang terdiri dari garam, belerang, kapur, biji-biji berminyak, udang, jerami, batu dan sebagainya tersebut, bahkan tidak menyentuh 1 persen dari total ekspor NTB secara keseluruhan.

Iklan

Menurut Kasi Bagian Ekspor Dinas Perdagangan NTB, Rahmat Wira Putra mengatakan saat ini pihaknya tengah mengupayakan peningkatan jenis barang ekspor non tambang.

“Yang menjadi fokus dari kami Dinas Perdagangan adalah bagaimana cara untuk meningkatkan ekspor produk non tambang tersebut. Sehingga persentasenya terhadap total ekspor NTB bisa meningkat. Paling tidak bisa satu persen, karna selama ini selalu di bawah satu persen,” ujarnya, Kamis, 16 Februari 2017.

Menurutnya, kelemahan tersebut dipicu oleh beberapa faktor seperti masalah konektivitas ekspor. Penerbangan secara langsung dengan rute Lombok ke negara tujuan dinilai akan mempermudah distribusi ekspor.

Selama ini, banyak produk ekspor NTB yang diekspor melalui Bali dan Surabaya. Sehingga produk tersebut tercatat sebagai produk ekspor dari wilayah lain. Akhirnya, nilai tambah dari barang ekspor tersebut tidak di dapat NTB sebagai penghasil produk tersebut.

“Kerajinan kita potensinya besar sekali, sebenarnya yang diekspor juga banyak. Tapi banyak tercatat sebagai ekspor dari Bali dan Surabaya, karna kita belum bisa ekspor langsung dari Lombok ke negara tujuan,” ujarnya.

Wira mengungkapkan, potensi perikanan seperti udang serta kerajinan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi andalan ekspor NTB. Oleh karena itu, selain upaya-upaya di atas, pihaknya akan berupaya agar minimal, dokumen ekspor dapat diterbitkan di NTB.

Sehingga daerah mendapatkan nilai tambah dari produk ekspor yang dihasilkan. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here