Dikirim Lewat Bali dan Surabaya, Komoditi Ekspor Non Tambang NTB Belum Penuhi Kuota

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. Lalu Bayu Windya, M.Si menanggapi persoalan produk ekspor non tambang di NTB yang masih diekspor melalui daerah lain seperti Bali dan Surabaya karena persoalan konektivitas transportasi yang dinilai belum memadai di NTB.

Menurutnya, konektivitas transportasi baik udara dan laut dari NTB ke negara lain dinilai sudah cukup bagus. Terlebih terdapat beberapa produk yang di ekspor melalui Lombok International Airport (LIA). “Ada banyak kok data kita, ada jenis produk seperti brokoli, daun bawang juga lobster yang di ekspor lewat LIA,” ujarnya.

Iklan

Namun, terkait produk dari NTB yang diekspor melalui Bandara Ngurah Rai Bali dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Bayu mengatakan umumnya jumlah atau skala produk tersebut belum mencukupi kuota untuk diekspor melalui NTB. Sehingga produk tersebut dikumpulkan dengan barang dari daerah lainnya, di pelabuhan-pelabuhan ekspor tertentu hingga barang tersebut telah memenuhi kuota.

“Barang-barang tertentu, dikumpulkan supaya jadi banyak, menjadi cukup skalanya untuk ekspor. Jadi yang lewat Bali, Surabaya, itu kan dikumpulkan dari tempat lain, ndak cuma NTB. Setelah cukup baru keluar,” ujarnya saat ditemui suarantb.com, Jum’at, 17 Februari 2017.

Bayu menambahkan terdapat pelabuhan di NTB yang secara langsung melakukan ekspor produk yang jumlahnya telah memenuhi kuota. Sehingga bisa langsung diekspor dari NTB. Yaitu pelabuhan Badas Sumbawa yang mengekspor komoditas pertanian jagung dengan negara tujuan yang pernah tercatat adalah Singapura, Filipina dan Australia.

“Sekarang data-datanya masih kita susun, sedang didata produk apa saja yang dari pelabuhan dan bandara.  Apa yang dari Badas, Lembar, jadi masih belum bisa kita rilis datanya,” ujarnya.

Saat ini menurut Bayu, tingkat pemakaian seluruh pelabuhan di NTB belum mencapai 50 persen. Hal tersebut dipicu oleh jumlah barang yang tidak memenuhi kuota. “Lembar ini yang datang banyak yang keluar sedikit. Badas yang keluar banyak pada musim tertentu yang datang sedikit. Yang benar itu jumlah yang masuk dan keluar itu harusnya sama,” terangnya.

Saat ini pihakanya tengah berupaya mendorong dan mempromosikan pelabuhan-pelabuhan yang ada agar dapat dimanfaatkan dengan baik. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here