Dikes Lotim Minta Warga Waspada DBD

Ulil Amri. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kasus Demam Berdarah Dengue (BBD) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meningkat. Hingga awal Februari ini, jumlah kasus DBD sebanyak 14 kasus yang didominasi wilayah kerja Puskesmas Lepak Kecamatan Sakra Timur.

Sekretaris Dikes Lotim, Ulil Amri ditemui di ruang kerjanya, Senin, 3 Februari 2020, menjelaskan, dari 14 kasus DBD yang terjadi itu, rata-rata tertangani dengan baik di tingkat puskesmas. Untuk itu, upaya yang dilakukan yaitu pihaknya sudah mengirim imbauan kepada puskesmas supaya di tempat-tempat umum mengantisipasi DBD dengan tiga M (menguras, mengubur, dan menimbun).

Iklan

Dikes juga rutin melakukan survei jentik oleh masing-masing puskesmas serta pembersihan lingkungan bersama masyarakat. Bahkan pada kondisi-kondisi tertentu memungkinkan dilakukan fogging hingga dilakukan abate.

Fogging dilakukan untuk mengantisipasi dan membunuh nyamuk dewasa. Kendati demikian, adanya 14 kasus ini belum masuk katagori kejadian luar biasa (KLB),”tegasnya.

Uli Amri menjelaskan, ketika terjangkit DBD, masyarakat akan mengalami gejala demam hingga pendarahan gusi dan saat BAB. Kondisi itu terjadi ketika gejala dari DBD itu cukup parah. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada masyarakat yang terjangkit DBD meninggal dunia. “Alhamdulillah sebanyak 14 masyarakat kita yang terkena DBD itu dapat tertangani dengan baik,”terangnya. (yon)