Dikes Loteng Fokus Vaksinasi Dosis Kedua

Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP., tengah mengecek stok vaksin di gudang vaksin Dikes Loteng, Minggu lalu.(Suara NTB/Ist)

Praya (Suara NTB) – Pemberian vaksin dosis kedua menjadi fokus sasaran vaksinasi oleh Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng) sementara ini. Menyusul, masih terbatasnya stok vaksin yang diterima dari pemerintah provinsi. Di satu sisi banyak warga yang sudah menerima vaksin dosis pertama yang butuh segera divaksin dosis kedua.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikes Loteng, dr. Muzakir Langkir kepada Suara NTB, Rabu, 21 Juli 2021 mengatakan, pihaknya sudah mengajukan tambahan vaksin ke pemprov dan sudah ada konfirmasi kalau Loteng bakal menerima kiriman sebanyak sekitar 250 vial atau sekitar 2.500 dosis vaksin Covid-19. “Jatah vaksin terbaru ini akan kita prioritasnya bagi mereka yang sudah mendapat vaksin pertama dan butuh segera divaksin dosis kedua,” terangnya.

Iklan

Dikatakanya, belakangan ini jatah kiriman vaksin Covid-19 dari pemerintah provinsi memang sedikit tersendat. Bahkan beberapa hari yang lalu stok vaksin sudah kosong. Sehingga program vaksinasi belum bisa dilaksanakan secara optimal.

Melihat kondisi yang ada tersebut mau tidak mau pihaknya harus membuat skala prioritas siapa yang akan divaksin. “Jadi pemberian vaksin dosis pertama sementara ini kita tunda dulu. Kita fokus dulu kepada mereka yang butuh segera divaksin dosis kedua. Karena banyak yang sudah waktunya mendapat vaksin dosis kedua,” terangnya.

Jangan sampai masyarakat yang sudah menerima vaksin dosis pertama, terlambat memperoleh vaksin dosis kedua. Jadi program vaksinasi ini bisa tuntas satu persatu. Nanti kalau pengiriman vaksin sudah normal kembali, baru akan menyasar masyarakat umum yang belum divaksin.

Pihaknya berharap semua sasaran vaksinasi bisa segera divaksin. Namun dengan kondisi ketersediaan vaksin seperti sekarang ini, jelas belum bisa maksimal. “Soal jatah vaksin itukan urusan pemerintah pusat dan provinsi. Kita di kabupaten hanya menerima saja. Berapa pun jatah vaksin yang diberikan, itu yang kita salurkan,” sebutnya.

Lebih lanjut Langkir menjelaskan, jatah vaksin yang diterima tersebut selanjutnya akan dibagi secara proporsional. Dengan melihat kebutuhan mendesak di masing-masing puskesmas. Karena kalau harus dibagi rata kesemua puskesmas khawatirnya ada yang kekurangan vaksin. Jadi perlu melihat kebutuhan mendesak di masing-masing puskesmas.

Artinya, mana yang kira-kira kebutuhan untuk vaksin dosis keduanya lebih banyak itu yang akan diprioritaskan. “Dalam kondisi serba terbatas seperti sekarang ini, kita harus benar-benar cermat menyalurkan stok vaksin. Jangan sampai ada yang terlambat mendapat vaksinasi,” pungkas Direktur RSUD Praya ini.

Sebelumnya, pada Minggu, 18 Juli 2021, Dandim 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP., sempat mengecek gudang penyimpanan vaksin Covid-19 milik Dikes Loteng. Penyecekan dilakukan untuk memastikan kondisi gudang penyimpanan vaksin dalam kondisi prima. Saat pengecekan, kondisi vaksin Covid-19 masih dalam kondisi kosong.

“Pengecekan ini perlu dilakukan untuk memastikan situasi dan kondisi tempat penyimpanan dalam kondisi baik sekaligus untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan,” terangnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional