Dikes Lobar Fokus Tangani Dua Klaster Penularan Corona

Hj. Made Ambaryati (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Jumlah kasus positif Corona di Lombok Barat (Lobar) meningkat dua kali lipat sejak beberapa hari terakhir. Setelah diumumkan dua positif Corona, pada Sabtu, 11 April 2020, kembali diumumkan dua warga positif Minggu, 12 April 2020 sore.

Tambahan dua warga positif pasien nomor 34 inisial R (45) asal Kediri dan pasien nomor 36 inisial S (61) asal Lingsar menjadikan jumlah kasus positif Corona di lobar menjadi enam orang. Dari dua pasien positif Corona ini, salah satunya merupakan klaster Gowa. “Kita yang banyak positif ini dari klaster Gowa dan Bogor, makanya dua klaster ini kami fokus untuk mencari klaster ini melalui puskesmas berkerjasama dengan dan desa,” ungkap Kepala Dikes Lobar Hj. Made Ambaryati, Senin, 13 April 2020.

Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan dusun dan desa untuk mencari warga yang tidak mendaftar atau memberitahukan diri ke dusun dan desa untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Pihak aparat juga, tambahnya, perlu membantu pelacakan dan pencarian warga ini. Sebab mereka tidak mau jujur melaporkan ke dusun dan desa terkait riwayat perjalanannya ke daerah merah tersebut. Pihaknya sulit memutus mata rantai virus kalau tidak dilakukan penanganan terhadap warga klaster yang menularkan virus.

Sikap dari warga juga diharapkan lebih kooperatif terhadap petugas agar mau ditangani. “Saya sudah minta puskesmas supaya mendata  warga ini dan kirim data ke Dikes. Itu yang kami utamakan untuk di rapid test,” ujarnya, seraya menambahkan, pihak puskesmas tengah bekerja mendata dan melacak warga kluster tersebut.

Menurutnya langkah ini paling efektif untuk memutus mata rantai virus. Sebab kalau dilakukan rapid test semua warga masyarakat tentu tidak mampu dari ketersediaan alat, karena kondisi alat rapid test ini sendiri sangat terbatas. Pihaknya hanya mendapatkan tambahan bantuan 10 boks alat rapid test. Itupun akan diarahkan selektif untuk warga yang kontak dengan pasien positif dan warga yang diketahui memiliki perjalanan ke dua klaster tersebut.  Ia menambahkan terkait pasien balita asal Gunungsari yang positif Corona, pihaknya sudah melacak orang tuanya yang diketahui menjadi buruh bangunan. (her)