Dikes Imbau JCH Antisipasi Virus MERS Co-V

0
Ilustrasi Virus (Suarantbcom/ist)

Mataram (Suara NTB) – Musim haji segera tiba. Jutaan jemaah calon haji (JCH) dari seluruh dunia akan berkumpul di tanah suci Makkah mulai pertengahan Agustus mendatang. JCH Kota Mataram sendiri diketahui akan berangkat pada 11 Agustus mendatang yang masuk kloter pertama atau kloter utuh.

Untuk kesehatan para JCH, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mengimbau kepada JCH asal Kota Mataram agar mengantisipasi penularan virus korona Sindrom Pernapasan Timur Tengah (Middle East Respiratory Syndrom Corona Virus/MERS Co-V). Apalagi baru-baru ini seorang jemaah umrah asal Sumbawa diduga terkena virus ini.

IKLAN

Hal ini disampaikan Kepala Dikes Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi, Senin, 10 Juli 2017. Salah satu upaya pencegahan yang wajib dilakukan JCH ialah imunisasi. “Laksanakan imunisasi. Wajib itu. Supaya nanti tidak terinfeksi oleh corona virus atau yang menyebabkan MERS itu,” imbaunya ditemui di Kantor DPRD Kota Mataram.

Selain mengikuti imunisasi atau vaksinasi sebelum berangkat ke tanah suci, para JCH juga diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat. Setelah berada di tanah suci, JCH harus rutin menggunakan masker.

Setelah pulang dari ibadah haji, ia juga mengimbau bagi yang mengidap penyakit yang agak berat seperti demam berkepanjangan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan baik Puskesmas maupun rumah sakit.

Tak hanya bagi para JCH, ia juga mengimbau bagi warga yang baru pulang dari umrah agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika merasakan panas atau demam berkepanjangan.
Penyakit MERS ini juga tak bisa langsung dipastikan menyerang pasien. Pasalnya harus dilakukan pemeriksaan sampel pasien ke Kementerian Kesehatan.

Vaksinasi meningitis yang memang selama ini diwajibkan bagi para JCH disampaikan Usman sebagai salah satu upaya antisipasi berbagai penyakit termasuk MERS Co-V. “Setiap mau pergi umrah ataupun TKI wajib periksa kesehatannya dulu. Makanya salah satunya meningitis itu wajib hukumnya,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada penyelenggara umrah maupun KBIH agar mewajibkan jemaahnya melakukan vaksinasi meningitis ini. “Sepulangnya itu kalau untuk haji ada pemeriksaannya. Kalau untuk umrah tidak, karena umrah itu memang ada yang dari Jakarta, Surabaya, dan lainnya dan tidak ada mengawasi. Makanya kita minta Kemenag bagaimana mengatasi ini,” jelasnya. (ynt)