Dikeluhkan Warga, Proyek Perbaikan Pipa PDAM Rusak Akses Jalan

Aduan warga yang masuk ke FFLAJ terkait jalan rusak akibat perbaikan pipa PDAM (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Perbaikan pipa di jalan raya yang diakukan PDAM meninggalkan persoalan. Pasalnya, akses jalan yang dibongkar tak diperbaiki sempurna sehingga kondisinya berlubang. Kondisi ini pun dikeluhkan warga, lantaran kerusakan jalan menganggu pengendara. Pihak Dinas PUPR seolah tak mau dibebankan untuk perbaikan jalan, sebab perbaikan jalan itu seharusnya menjadi tanggung jawab pihak PDAM. Apalagi ditengah kondisi dana pemeliharaan jalan yang minim sekali di dinas terkait.

Persoalan ini dibahas pada rapat bulanan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FFLAJ) Lombok Barat di Kantor dinas Perhubungan akhir pekan kemarin.  Seperti aduan yang disampaikan Syarifudin ke FFLAJ melalui media sosial Facebook. Ia mengeluhkan ruas jalan Gunungsari menuju saying-sayang yang rusak akibat dibongkar untuk perbaikan pipa PDAM sampai saat ini belum diperbaiki. “Kapan diperbaiki, kasihan pengguna jalan,”jelas dia. Selain rusak akses jalan ini dikelukan lantaran kondisinya yang menurun dan bergelombang.

Iklan

Anggota Forum LLAJ yang juga Sekretaris Forum Pelanggan PDAM Giri Menang, Amrul Jihadi juga mengkritisi perbaikan pipa PDAM justru meninggalkan persoalan jalan rusak. Seharusnya menurut dia, akses jalan yang dibongkar langsung diperbaiki.”Sebab sulit yang sudah dibongkar bisa kembali mulus kalau tidak diperbaiki,”kata dia. Hal ini juga menjadi catatan pihaknya agar pihak PDAM. Kasi pada Dinas PU mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoodinasi dengan PDAM terkait perbaikan jalan yang rusak akibat bongkaran perbaikan pipa tersebut. “Cuman ditutup dulu pakai beton, kita lihat perkembangan kalau memang tidak ada (perbaikan) kami akan masukkan pemeliharaan,”jelas dia.

Jalan itu sendiri jelas dia sudah dilakukan PHO, sehingga pemeliharaan bukan lagi  tanggung jawab pihak ketiga. Pihaknya sendiri akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan PDAM sebab perbaikan jalan seharusnya tanggung jawab PDAM. Karena PDAM memiliki dana sendiri untuk perbaikan jalan yang sudah dibongkar. “Seharusnya tanggungjawab PDAM,”jelas dia. Disamping pihak Dinas sendiri tetap melakukan survey untuk mengecek kondisi jalan, jika perlu dilakukan  pembongkaran maka pihaknya akan membongkar.

Apakah ada koordinasi PDAM dengan dinas PU sebelum membongkar jalan? Menurut dia ada koordinasi dengan dinas PU. Hanya saja begitu selesai dibongkar, tidak langsung diperbaiki. Pihak dinas sendiri meminta PDAM memperbaiki jalan tersebut, menginggat anggaran pemeliharaan yang dimiliki dinas PU sangat sedikit. Bahkan tahun ini kata dia jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan ruas jalan yang perlu dipelihara. “Anggaran pemeliharaan jalan kita ini sangat minim,”aku dia.

Sementara itu dari pihak forum LLAJ sendiri berupaya memfasilitasi persoalan ini dengan memanggil instansi terkait yang bertanggungjawab. Pihak forum akan terus mengupayakan berkoordinasi dengan instansi terkait sampai keluhan dan aduan warga ini selesai ditindaklanjuti oleh pihak terkait. “Kita terus berupaya memfasilitasi sampai persoalan ini ditindaklanjuti,”tegas kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan pada Dishub Lobar yang juga selaku Sekretaris FLLAJ Lobar, Fathurrahman SH.

Menanggapi keluhan warga ini, Dirut PDAM HL. Ahmad Zaini mengatakan prinsipnya setiap jalan yang rusak akibat galian pipa harus dikembalikan ke kondisi semula. Pihaknya sendiri akan meminta stafnya untuk mengecek dan menindaklanjuti aduan warga tersebut. “Prinsipnya bahwa setiap jalan yang rusak akibat galian pipa harus dikembalikan ke kondisi semula,”jelas dia singkat. (her)