Dikeluhkan Warga, Jalan Kabupaten di Narmada Rusak

0
Kondisi jalan penghubung lima desa antara lain Desa Keru, Sedau, Lembah Sempaga, Pakuan, dan Sesaot Kecamatan Narmada ini rusak dan membahayakan pengguna jalan. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Akses jalan kabupaten penghubung lima desa di Kecamatan Narmada di antaranya Desa Keru, Sedau, Lembah Sempaga, Pakuan dan Sesaot sangat memprihatinkan. Pasalnya, hampir semua badan jalan sepanjang sekitar 14 kilometer ini rusak dan sempit. Kondisi jalan yang tak layak ini pun sangat dikeluhkan warga sekitar yang setiap hari lalu lalang melalui jalan itu. Mereka mendesak agar akses jalan untuk penunjang sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga itu segera ditangani.

Pantauan Suara NTB, mulai pintu masuk ke Desa Keru dari jalan utama dekat Pasar Keru kondisi jalan terlihat sudah rusak. Aspal sudah berubah menjadi lebur. Kondisi tak kalah parah, ketika memasuki beberapa ratus meter. Akses jalan dipenuhi kubangan berukuran besar seperti kolam renang.

IKLAN

Pengendara yang lalu lalang melewati kubangan itu pun harus berhati-hati, karena terpeleset sedikit bisa terjatuh.

Kades Sedau Kecamatan Narmada, Amir Syarifudin mengatakan kondisi jalan di daerahnya memang memprihatinkan, karena itu warga berharap agar Jalan ini segera ditangani. “Karena ini akses satu-satunya yang krusial bagi masyarakat kami, baik yang sebagai pedagang petani,” akunya.

Jalan ini sangat penting, karena dilintasi oleh warga dari lima desa. D iantaranya, Keru, Sedau, Lembah Sempaga, Pakuan dan Sesaot. Dari Keru ke Sedau, panjang jalannya mencapai 3 kilometer.

Camat Narmada M Busyairi mengatakan kondisi jalan yang menghubungkan lima desa ini memang sering dikeluhkan warga, sehingga warga berharap ditangani. Tahun 2019 jalan ini sebenarnya masuk prioritas penanganan dari program PRIM. Akan tetapi akibat adanya aktivitas pengangkutan galian C, sehingga tidak jadi ditangani.

Akses jalan ini vital bagi warga. Apalagi daerah-daerah ini memiliki potensi yang luar biasa, baik sektor pertanian, perkebunan, hortikultura dan buah-buahan. “Masyarakat terutama ini sangat berharap segera ditangani,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terkait kepastian apakah jalan ini dapat penanganan atau tidak akan ditentukan bulan Juli. “Kalau tidak dibangun tahun ini, ya tahun depan. Yang penting ditangani,” tegas dia.

Menjawab itu, Kadis PUPR Lobar Made Arthadana yang ditemui di lokasi mengakui kondisi akses jalan kabupaten yang rusak tersebut. Ruas jalan ini termasuk yang belum tuntas ditangani, yakni jalan dari Sedau, Lembah Sempaga, Suranadi dan Sesaot. “Penanganan jalan ini masuk prioritas tahun 2022, dan dari sisi perencanaan sudah clear untuk ditindaklanjuti. Mudah-mudahan dari kesediaan anggaran bisa teralokasikan anggaran, tersedia anggarannya,” jelas Made.  (her)