Dikeluhkan, Pasar Gunungsari Becek

Kondisi Pasar Gunungsari yang dikeluhkan oleh pedagang karena becek dan berlumpur. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pedagang di Pasar Gunungsari Lombok Barat (Lobar) mengeluhkan kondisi areal pasar yang tidak layak, karena becek dan berlumpur. Mereka berharap  areal pasar tempat berjualan segera ditangani agar mereka nyaman beraktivitas jual beli. Menyikapi keluhan ini, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan melakukan penanganan sementara dengan menimbun areal itu menggunakan tanah uruk.

Kepala Disperindag Lobar, H. Sabidin didampingi Sekretaris Disperindag Lobar L. Agha Farabi mengatakan untuk penanganan sementara Pasar Gunungsari yang becek pihaknya akan melakukan pengurukan menggunakan tanah. “Kami akan uruk areal pasar itu, supaya tidak becek. Sebelum kami akan melakukan penanganan landscape dan irigasi dianggarkan di APBD perubahan,” jelasnya, Rabu, 3 Maret 2021.

Iklan

Diakuinya kondisi pasar itu dikeluhkan pedagang, sehingga pihaknya segera melakukan penimbunan areal menggunakan tanah. Sembari menunggu penanganan landscape, dipasangkan paving block, atau  pengerasan jalan. Selain itu, pihaknya Juga akan menangani irigasi areal pasar tersebut. Tahun ini pihaknya mengusulkan lima pasar untuk mendapatkan program penanganan di Kementerian Perdagangan, yakni Pasar Narmada, Gunungsari, Keru, Kediri dan Sekotong.

Namun dari sekian pasar ini yang kemungkinan disetujui adalah Pasar Gunungsari. Karena tim kementerian saat itu turun ke beberapa Pasar Kediri, Gunungsari dan Narmada, menilai Pasar Gunungsari yang layak, karena dari sisi terdampak gempa. “Kemungkinan tahun ini dibangun lagi Pasar Gunungsari satu bangunan, jadi emang bangunan sebelumnya ada tiga yang dibangun,” jelas dia. Terkait nilai anggaran untuk pasar ini, ia berharap minimal seperti sebelumnya. Untuk kepastian pembangunan pasar itu dari pusat, Pihaknya harus menunggu SK penetapan lokasi dari kementerian. Setelah ada SK itu barulah bisa dipastikan.

Ditanya soal kebijakan pengelolaan pasar akan dialihkan dari Bapenda ke Disperindag, kemungkinan bisa tahun depan, karena butuh regulasi berupa perbup dan pengaturan personel yang akan mengelola pasar yang ditempatkan di Disperindag. “Masih proses, perangkat berupa perbup belum disiapkan, kemungkinan tahun depan lah,”jelas dia. Dari sisi regulasi, jelas dia, memang pengelolaan pasar mulai dari membangun dan mengelola ada di Disperindag pembahasan soal ini sudah ada di tingkat Pemda. Jumlah pasar di Lobar sendiri 32 pasar. (her)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional