Dikbud Tegaskan KBM Tatap Muka di Sekolah Belum Diizinkan

Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqon, melakukan sosialisasi pada kepala sekolah/madrasah/ponpes di Pendopo Bupati Lotim, Rabu, 22 Juli 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menegaskan jika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah belum diperkenankan dilaksanakan di sekolah. Hal tersebut menyusul grafik perkembangan kasus virus Corona (Covid-19) di Provinsi NTB maupun kabupaten/kota masih terjadi.

Demikian disampaikan, Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan,S.Pd,M.Pd, ditemui di Selong, Rabu, 22 Juli 2020.

Iklan

Dikatakannya bahwa saat ini pihaknya terus menggencarkan sosialisasi kepada kepala sekolah/madrasah maupun ponpes terkait larangan tatap muka tersebut sebagaimana keputusan empat menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri  per tanggal 15 Juni 2020 tentang layanan pendidikan pada masa pandemi Covid-19.

Keputusan itu kemudian ditindaklanjuti menjadi SE Gubernur per tanggal 7 Juli 2020 diperkuat di lapangan oleh Dinas Dikbud NTB dan kabupaten/kota untuk mendampingi terhadap layanan pembelajaran. “Kita meminta kepada Kepala sekolah, madrasah, dan ponpes bahwa belum diizinkan untuk pembelajaran tatap muka,”terangnya.

Diungkapkannya, masa transisi selama dua bulan dari tanggal 13 Juli hingga bulan September masih belajar dari rumah, online dan sejenisnya. Termasuk bagi ponpes diperbolehkan sesuai SKB itu zona hijau pada bulan September untuk tatap muka.

Adapun bagi sekolah yang sudah memasukkan siswa dinilai belum faham betul terkait SKB tiga menteri. Dari pemerintah provinsi, kata Aidy Furqon, masih mengkhawatirkan supaya jangan terjadi klaster baru dalam kasus Covid-19. Bagi sekolah yang memasukkan siswanya, nanti akan terlihat di data periksa secara online.

 “Kita minta supaya jangan sekolah pilih opsi sendiri dengan memasukkan siswa sekolah tanpa patuh terhadap SKB menteri tersebut,”harapnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here