Dikbud Tambah Kecamatan Laksanakan BTM

H. Mukhlis (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa Barat, kembali mengusulkan kecamatan Sekongkang sebagai lokasi simulasi belajar tatap muka selanjutnya. Meski sempat berstatus zona merah tetapi setelah beberapa bulan tidak lagi muncul kasus baru, sehingga disusulkan menjadi lokasi Belajar Tatap Muka (BTM) mengikuti kecamatan Brang Ene dan Jereweh.

“Saat ini kami tengah membuat telaah jelang pelaksanaan simulasi belajar tatap muka yang kita targetkan bisa terlaksana di awal bulan November. Terlebih lagi status zona hijau sudah berhasil dipertahankan menjadi pertimbangan khusus pimpinan daerah untuk memberikan rekomendasi,” ungkap Kadis Dikbud KSB, Drs. H. Mukhlis M.Si kepada Suara NTB, Selasa, 20 Oktober 2020.

Iklan

Disebutkannya dalam pelaksanaan belajar tatap muka ada empat yang menjadi syarat utama yakni berada di zona hijau, harus ada izin dari Pemerintah daerah. Sealin itu, kesiapan sekolah baik dari segi sarana dan prasana dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dan harus memiliki izin dari keluarga.

Khusus ketiga syarat tersebut di kecamatan Sekongkang sudah terpenuhi semua tinggal menunggu rekomendasi dari pimpinan daerah untuk bisa dilaksanakan. Maka dari itu, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali turun ke sekolah di kecamatan tersebut untuk memantapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan virus tersebut.

“Kalau dari segi syarat, semuanya sudah terpenuhi dengan baik apalagi status zona hijau di kecamatan ini sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu,” sebutnya.

Sedangkan untuk kecamatan yang lain sampai saat ini masih dipertimbangkan untuk belajar tatap muka. Meskipun saat ini tersisa tinggal dua kecamatan yang masih berstatus zona merah tetapi dengan adanya kasus positif covid-19 yang ditangani di kecamatan tersebut dianggap masih belum layak.

Maka proses belajar dalam jaringan (BDR) tetap akan dilakukan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Upaya tersebut dilakukan jangan sampai sekolah menjadi lokasi penyebaran kasus Covid-19 baru. Pihaknya juga akan tetap memantau kondisi terkini di lapangan untuk memaksimalkan pola pencegahan virus tersebut.

“Hanya tiga kecamatan yang akan kita jadikan sebagai lokasi belajar tatap muka sedangkan untuk tingkat kabupaten kami masih menunggu sampai zona hijau dulu,” pungkasnya. (ils)