Dikbud NTB Sayangkan Insiden Tawuran Pelajar di Loteng

H. Aidy Furqan (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Tawuran antar pelajar SMA sederajat terjadi di Praya, Kabupaten Lombok Tengah pada Senin, 6 September 2021 disesalkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr. H. Aidy Furqan, MPd. Dalam mengatasi masalah ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) dan kepala-kepala sekolah di sekitar lokasi kejadian.

Ia meminta mereka melakukan koordinasi untuk menyelesaikan masalah tersebut agar tidak merembet ke mana-mana, serta stabilitas pembelajaran di sekolah tetap bisa berjalan.

Iklan

“Saya menyayangkan kejadian tersebut terjadi pada kondisi sekarang ini. Saya minta kepala-kepala sekolah agar mengatensi dengan sungguh-sungguh dan serius agar tidak terjadi lagi. Bagi anak-anak yang terlibat agar dilakukan pembinaan dan pengawasan di sekolah maupun luar sekolah,” tegas Aidy.

Begitu juga Kepala KCD Dinas Dikbud Kabupaten Lombok Tengah, Nur Ahmad, mengharapkan hal serupa tidak terulang kembali. Ia menyebutkan, dari laporan yang dihimpun, awalnya kejadian itu bermula dari permasalahan internal siswa SMAN 2 Praya, karena adanya salah paham dalam komunikasi di WhatsApp. Namun persoalan itu sudah diselesaikan di internal sekolah, dan siswa yang bermasalah sudah berdamai.

Seorang siswa SMAN 2 Praya kemudian diketahui izin keluar sekolah untuk mencari sarapan, dan diizinkan oleh guru BK. Nur Ahmad menyebutkan, tiba-tiba ada anak-anak SMK menarik siswa tersebut sampai ke lokasi kejadian tawuran yang berada di depan SMKN 2 Praya. “Akhirnya terjadi baku pukul, hingga sampai dilerai, dan kebetulan ada mobil patroli polisi lewat,” katanya.

Nur Ahmad menyebutkan, beberapa kepala sekolah yang lokasi sekolahnya berdekatan dengan tempat kejadian tawuran sudah bertemu. Pihaknya belum bisa mengidentifikasi asal siswa yang terlibat tawuran. Kepala SMKN 1 Praya Tengah, SMKN 2 Praya Tengah, dan SMAN 2 Praya sudah melakukan pertemuan dan akan mencari tahu siapa saja siswa yang terlibat tawuran.

“Tadi juga sudah jam pulang sekolah, insya Allah besok (hari ini, red) akan dilanjutkan untuk mencari anak yang terlibat agar diselesaikan masalah tersebut, agar tidak berlanjut. Siswa akan  dipantau terus dan diberikan pengertian dan diingatkan. Jika ada orang tua siswa yang datang, pihak sekolah agar menjelaskan sehingga tidak berlanjut,” ujar Nur Ahmad.

Pihaknya dari KCD Lombok Tengah meminta sekolah melakukan pembinaan, dan agar permasalahan tidak berlanjut. Ia juga menyesalkan kejadian tawuran ini. Apalagi di situasi pembelajaran tatap muka terbatas, yang seharusnya lebih mudah dikontrol.

“Sebenarnya masa saat ini mudah untuk megontrol, saya minta agar pembinaan ketat terutama dari karakter, saya minta masing-masing kepala sekolah lakukan pembinaan intensif, baik bagi siswa yang terlibat dan tidak terlibat agar tidak ikut-ikutan,” ujar Nur Ahmad. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional