Dikbud NTB Anjurkan Pelajar SD -SMA Nonton Film G30S/PKI

Mataram (suarantb.com) – Maraknya aksi nonton bareng (nobar) film G30S/PKI dinilai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Dikbud)  NTB, H.Muh. Suruji sebagai langkah bagus. Para pelajar harus sering-sering diajak untuk menyaksikan film-film yang berkaitan dengan sejarah.

“Kita sarankan mereka nonton sering-sering. Sekarang kan di kampung-kampung diputar, anak-anak silakan nonton sering-sering. Lebih sering lebih bagus, supaya dia ingat betapa kejinya yang namanya PKI itu,” kata Suruji saat ditemui di kantornya, Jumat, 29 September 2017.

Iklan

Menurut Suruji, seharusnya anak-anak diajak untuk menonton film tersebut. Bukan konten dari film tersebut yang harus dipermasalahkan, melainkan anak-anak korban G30S/PKI yang menyaksikan orang tuanya dibantai oleh PKI yang harus diperhatikan.

“Mestinya yang dipersoalkan itu anak-anak para korban, yang di depannya orang tuanya dibantai. Itu ndak ada yang urus,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy tidak menganjurkan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Muhadjir mengatakan, film buatan tahun 1984 itu diperuntukkan bagi penonton usia tertentu.

Neskipun Mendikbud melarang, Suruji justru sangat menganjurkan film tersebut ditonton. “Anak SD, anak SMP muter itu juga bagus. Tapi terserah kabupaten/kota, kan kewenangannya di sana. Kalau SMA sangat dianjurkan,” tandasnya. (ros)