Dikbud Jajaki Beasiswa bagi ABK

Kepala Bidang Pembinaan PK-PLK Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari (kedua dari kiri) saat menjajaki kerja sama beasiswa dengan Dinas Sosial NTB bagi siswa SLB.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Beasiswa bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas sangat dibutuhkan untuk menunjang sekolah mereka. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) mengupayakan adanya beasiswa, terutama bagi siswa yang berhak, tapi belum mendapatkannya.

Kepala Bidang Pembinaan PK-PLK Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., pada Rabu, 21 Juli 2021 melakukan penjajakan ke Dinas Sosial NTB untuk adanya beasiswa ke siswa SLB. “Kami mulai penjajakan dan akan diinfokan ke sekolah-sekolah terutama bagi siswa yang berprestasi dan kurang mampu,” ujar Eva.

Iklan

Eva menekankan, beasiswa bagi ABK di SLB sangat penting, terutama bagi siswa-siswa yang berhak, tetapi belum mendapatkan beasiswa. Terkait jumlah penerima, pihaknya belum bisa memastikan, karena masih pembahasan pengajuan dari sekolah. “Belum kita pastikan penerimanya, masih pembahasan pengajuan dari sekolahnya masing-masing,” jelas Eva.

Selain mengupayakan beasiswa, sebelumnya pihaknya juga mengupayakan peralatan penunjang bagi siswa di SLB. Peralatan seperti kursi roda dan tongkat bagi siswa SLB diperlukan ada di sekolah, terutama bagi SLB yang belum memilikinya. Pihaknya menemui Kepala Dinas Sosial NTB untuk meminta bantuan peralatan bagi siswa tuna daksa yaitu kursi roda dan tongkat untuk tuna daksa, dan peralatan lainnya, belum lama ini.

Menurut Eva, sekolah yang akan menjadi sasaran pemberian bantuan peralatan itu antara lain SLBN 4 Lombok Tengah dan SLBN 3 Lombok Timur. Adanya bantuan peralatan itu untuk persiapan fasilitas menjelang tahun ajaran baru.

Ia menjelaskan, tujuan adanya bantuan itu untuk memperlancar segala aktivitas anak berkebutuhan khusus penyandang tuna daksa, agar mobilitas belajarnya selama di sekolah lancar. Ini juga memperingat beban guru di sekolah, karena untuk membeli sendiri diperkirakan sangat sulit oleh orang tua siswa tersebut.

“Kebanyakan mereka dari golongan ekonomi rendah, sedangkan harga kursi roda tersebut relatif mahal, sehingga sulit pengadaannya bagi orang tua,” jelas Eva. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional