Dikbud Hidupkan Kembali ‘’Satera Jontal’’ Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa, mencoba menghidupkan kembali satera jontal. Sebagai lambang aksara dan kebudayaan lokal yang telah lama tenggelam.

Kepala Bidang Kebudayaan Sumbawa, H. Hasanuddin S.Pd, Rabu, 1 Maret 2017 mengatakan, hanya ada sembilan daerah di Indonesia yang memiliki lambang aksara. Termasuk Sumbawa yang memiliki satera jontal, sama seperti daerah lainnya seperti Bugis,  Rejang Bengkulu, huruf Kawi di Bali dan lainnya. Makanya satera Jontal ini perlu diangkat. Apalagi pemerintah juga telah melakukan komputerisasi terhadap lambang aksara ini. Hanya saja Sumbawa belum pernah mengangkat satera Jontal sehingga sehingga belum pernah menerima komputerisasi satera jontal.

Iklan

Menurut Hasanuddin, penting mengangkat satera Jontal ini, supaya terus berkembang. Agar dkenal masyarakat, apalagi masyarakat Sumbawa dulunya pernah menulis dan berfikir dalam bentuk tulisan satera Jontal ini. Sehingga kembali kepada kebudayaan lokal sebagai kekayaan global. “Bahkan kedepannya, nama jalan, kantor bisa ditulis dalam satera jontal. Sama seperti huruf Kawi di Bali, masyarakat bisa membacanya karena sudah tidak asing lagi,”jelasnya.

Dalam kerangka itulah Dikbud akan menggelar pelatihan satera Jontal untuk guru SMP se Kabupaten Sumbawa. Setiap kecamaatan diwakili dua orang ditambah unsur seniman dan budayawan lokal, sehingga total peserta 72 orang pada 15 Maret mendatang. Persiapan menghadapi lomba cerdas cermat dan kegiatan lain dalam literasi budaya lokal. Gurunya kita latih dulu, agar nanti siswa SMP siap menghadapi lomba,”terangnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here